Dalam kegelisahan hati terbesit tanya "masihkah ada kau disana" tak pernah pasti untuk memahami apa yang sebenarnya kau mau. Bukan, bukan lagi tentang tanya namun kepada "apakah kau masih memegang teguh kata yang pernah tersemat untuk menjadi kita...?!"
12/25/2023
12/05/2023
Tal Lagi Sama
Ada kalanya lelah ini memaksa untuk menyerah. Lalu apa yang akan terjadi selanjutnya....
Namun melihat wajah mereka dan mengingat tanggung jawab yang masih ada tak ayal langkah akan terus ter ayun.Bagaimana dengan diri yang serasa terbelenggu, terkekang, dan terhimpit hingga untuk bernafas pun membutuhkan perjuangan. Aku lelah...
Adakah tempatku untuk bersandar....
Adakah belaian kelembutan dan pelukan hangat kembali lagi ku rasakan....
Adakah sepenggal kata yang kembali bisa menenangkan jiwa...
Aku merindukan semuanya.
Ketika berkali-kali tanya terlontar "kenapa tak pernah tertawa..., Apakah kau tertawa...., bagaimana cara agar kau bisa tertawa....?
Dan ketika wajah lucu itu akan melihat dengan seksama ketika terdengar lirih suara tawa dari orang yang di harapkan. Itu senyum bahagia yang akan menular pada dirinya untuk lebih menyuarakan tawa yang begitu renyah dan membahana.
Namun itu hanya sesaat, untuk berpura-pura baik pun sangatlah susah.
Hati ini terlalu lelah..., sangat teramat lelah dan otak ini pun tak lagi bisa berpikir dengan normal semua di hadapkan oleh jalan buntu dan lelah.
Cobalah rengkuh aku kembali, aku merindukan dirimu.
Kembali, aku ingin mendengar semua cerita, dan segala ocehanmu.
Aku menginginkan itu, terlebih aku membutuhkanmu untuk saat ini dan seterusnya.
Terlalu terpaku dengan apa yang terjadi, hingga perlahan menyerah dengan keadaan menerima kemana arus akan membawa entah bermuara di lautan atau hanya akan terdampar di sungai yang tak berpenghuni.
Asa yang perlahan meredup seiring tak kembali terlihat potongan puzzle tentang lembaran cerita dihari nanti.
Entah apakah cerita ini sudah berakhir sampai di sini dengan akhir yang tak jelas, atau akan ada cerita baru yang akan di mulai..., aku tak tau dan hanya akan menerima semuanya sebaik yang di berikan-NYA. (05.12.23)
2/14/2021
Vio
Setiap rindu itu datang dada ini rasanya sakit. Hati serasa teriris perih. Ini bukan sesuatu yang mudah, memendam sendiri tanpa bisa di ceritakan bahkan tak ada tempat untuk pelampiasan untuk bisa melegakan hati.
Inilah konsekuensi dari pilihan yang harus di tanggung yang sebenarnya hanyalah sebuah kebodohan, ya bukankah hanya orang bodoh yang akan menyiksa diri sendiri, membiarkan diri remuk dengan sendirinya. Ini lah kebodohan paket komplit sudah tau sakit masih saja di simpan, sudah tau ingin namun tak mau berjuang. BERJUANG, benarkan tak mau berjuang..., ini juga bentuk perjuangan hanya saja karena lelah memperjuangkan dan begitu banyaknya tekanan maka memilih untuk meredam, meskipun akibatnya akan merusak dan menyakiti diri sendiri buatku itu lebih baik dibanding harus 'mengemis' pada keadaan yang tak pernah berpihak.
Sendiri berjuang. Mencoba menulikan pendengaran dari kata-kata yang ga mengenakkan, menyangkal dan menguatkan hati bahwa keyakinan ini benar meskipun kenyataannya pun berkata lain. Mereka benar, namun tetap saja menutup semua dan tetap meyakini bila ceritaku akan berujung. Walaupun pada nyatanya semua hancur, bahkan hati ini pun sudah tak berbentuk, air mata pun sudah mengering sejak hari itu. (14/02/21)
:: backsound : one day _arash ft helena
1/02/2020
Hope
Boleh ga seh untuk kembali berangan-angan dan kembali mempercayai hari esok itu ada untukku...???
Boleh ga seh melihat rahasia yang tersembunyi di depan sana...???
Boleh ga seh bila mempertanyakan perbedaan waktu antara yang dilihat dan yang terlihat...???
Boleh ga seh bersandar dan memohon agar tak menghilang...???
Boleh ga seh menempatkan bejana kosong di depan dan berharap terisi penuh dengan keajaiban...???
Boleh ga seh untuk mengharap dan melihat kenyataan yang indah...???
Dan semua itu diperbolehkan dengan persyaratan yang tak mudah namun juga tak mengikat. (01/01/20)
11/13/2019
Kidung sendu
Hanya hampa, hembusan angin dingin yang menembus pori-pori.
Untuk apa sebenarnya semua ini aku lakukan...
Satu-persatu semuanya pergi. Haaai..., tak adakah satupun yang sudi tinggal sebentar lagi?!
Tak apalah, mungkin memang harus seperti ini dan bisa jadi inilah yang benar.
Meski tangan ini kosong, namun tetap saja terasa berat dan semakin berat saja.
Hangat tangan ini setidaknya bisa menghalau angin yang berdesir menyapa tubuh yang mulai lelah.
Ingin rasanya meninggalkan hati di lubang semut lalu menguburnya.
Cantik, tapi tetap tak bisa terjamah oleh pikiran karena cantiknya mimpi hanya sebatas permainan disaat tidur saja.
Aku ingin pulang. Pulang untuk mendapatkan satu pelukan hangat.
Aaaah..., omong kosong. Siapa juga yang bersedia menengok sampah usang ini terlebih memberikan perhatian khusus.
Dibawah guyuran hujan luka ini terasa sangat mengerikan.
Jangan lihat aku bila hanya untuk memperlihatkan senyum palsu.
Namun jika itu membuatmu bahagia boleh lakukan, teruslah mencibir dan memakiku. Tak mengapa, terserah asumsi seperti apa yang diciptakan tak peduli.
Yang tau aku hanyalah diriku, bukan kau, dia, apalagi mereka. Kalian tak punya hak untuk itu terlebih menghakimiku.Aku bisa sendiri, mungkin itulah yang bisa menjadi penghiburanku saat ini.
Tak kubiarkan air mata ini jatuh lagi. Cukuplah sakit yang kurasa sampai ditempat ini saja.
Aku tetaplah aku (12/11/19)
3/27/2019
Ragu
Cinta, apa yang menjadi pikiranmu sekarang...?
Tak perlu cemaskan, risau, dan takut dengan apa yang akan terjadi, semua sudah ada dalam skenario yang harus dijalani.
Cinta, mengapa kau murung...?
Ini hanya masalah waktu yang masih mengajarkan tentang kesabaran dan arti menunggu.
Cinta, jangan goyahkan apa yang sudah menjadi maumu. Karena sama saja mematikan mimpi dan meredupkan hidupmu.
Cinta, mendekatlah. Jangan hiraukan bujuk yang meminta untuk berhenti dan berpaling teguhkan apa yang menjadi keyakinan sedari awal.
Cinta, bernego dengan kenyataan yang tak ingin dilihat. Terlalu lelah untuk berpetualang, sedikit rapuh untuk bergegas, hingga hanya menunggu kepastian yang tak pasti datangnya.
Cinta, sirna dan singkirkan segala gemuruh di pikiran yang akan menjaruhkan dan membuat gusar.
Cinta..., tetaplah ada untuk ketulusan dari hati putih. (26/03/19)
11/01/2018
09:12
Suara sapi, asap sampah dari daun yang di bakar ketika pagi hari, juga bau sampah kering dedaunan masih sangat jelas tercium olehku. "Lalu aku berada dimana...?" Aku hanya bisa melihat tanpa bisa menyentuh ataupun ikut bergabung dengan mereka. Terseret di lorong waktu, namun hanya bisa melihat seluit masalalu yang sangat lekat denganku walaupun kenyataannya aku belum ada disana bahkan bisa jadi orang tuaku pun belum lahir.
Tempat yang rindang dan sejuk, tidak sepanas sekarang dan serumit sekarang. Aku suka dengan suasana seperti itu, sangat sederhana dan meneduhkan, masyarakat yang ramah dengan toleransi kerukunan yang tinggi. Benar-benar suasana yang menjadi idaman.
Apa seh ini namanya, apakah hanya olah dari pikiranku atau memang ada yang menculikku dari alam bawah sadar. Ini nyata atau hanya permainan otak saja? Dan semakin lawas lagunya maka semakin dalam aku terseret di dalamnya. Bahkan bisa sampai membuat perasaanku tak menentu seperti seseorang yang menginginkan sesuatu tapi di satu sisi ada batas kemampuan yang tak bisa ditembus atau bila itu dilawan maka binasalah semuanya aku tak akan kembali di dalam diriku.
Aku butuh penjelasan untuk semua yang sudah kulihat dan kualami. Apakah ada penjelasan dan maksudnya???! (31/10/18)
9/23/2018
Angan
9/02/2018
Dunia baru ; sendiri
Apakah akan nyaman, untuk hal semacam itu?!
Apakah aku sudah matirasa dan kehilangan kewarasanku???!
Kebebasan dan keadilan sama-sama nilainya patut kupertanyakan, yang tak mutlak sama dengan rasio yang berbeda-beda. (01/09/18)
8/27/2018
Hati yang bergemerutuk
Ini tentang hati yang ingin dimengerti, namun tak mampu untuk menceritakan apa yang dirasakannya. Aneh, sungguh aneh bagaimana bisa berharap orang lain paham bila tak bercerita...?
Mereka bukan dewa yang bisa tau dan paham apa yang hati rasakan dan harapkan.
Demi penghapusan kata 'lelah' dengan segala yang sudah terjadi apakah ini kisah yang berjalan dari kebisuan atau kisah dari pengorbanan untuk yang lain hingga tak mempedulikan hati yang terbungkam.
"Bila ingin dimengerti maka cobalah untuk mengerti orang lain terlebih dahulu" Apakah hal ini masih berlaku pada hati yang dirasa sunyi?!
Kesunyian... sesekali kosong dan blank.
"Apa sebenarnya yang kau inginkan... sebuah pengakuan pengertian, perhatian atau apa..., janganlah berharap terlalu dalam karena lebih baik untuk belajar ".
Untuk mengatur hati, menjaga dan mengontrol dari segala rasa baik yang datang maupun yang hadir. Hati-hati dalam menjaga hati, pesan dari jiwa untuk hati yang merajuk meminta di mengerti. (26/08/17)
5/13/2018
Lelah
Aku lelah.
Adakah cukup ruang untukku sejenak merebahkan raga ini.
Bisakah sejenak biarkanku menghela napas untuk sesak yang menghimpit.
Bebaskanku sedetik saja dari segala macam kata yang terus menyudutkan dan memekatkan otak.
Jujur aku sangat teramat lelah.
Mencoba untuk berbuat seperti yang mereka mau, namun tetap saja tak pernah bisa membuat bangga.
Segala cara dan upaya hanya menjadi bahan cibiran, bahkan untuk melirikpun tak sudi mereka lakukan.
Aku lelah.
Otak sudah tak mampu lagi untuk menampung segala kalimat yang terlontar.
Pertahanan inipun perlahan runtuh, hingga tangis saja yang bisa untuk sedikit menenangkan gejolak di dalam hati.
Sesak napas, dan hati bagai teriris menjadikan semakin rapuh.
Masih bisakah kusembunyikan luka ini untukku sendiri?!
Lelah yang teramat sangat sesekali membawa pikiran untuk menyudahi semuanya.
Membebaskan jiwa untuk terbang ke nirwana.
Bebas... bebaskan aku.
Ada penolakan, namun hanya sebatas kalimat puitis untuk penghibur hati luka.
Sesaat perdebatan batin dan logika.
Terserah saja, aku tak peduli.
Karena sejatinya hanya raga ini yang ada disini, sementara jiwa sudah lama mengembara entah kemana.
Yang pasti aku lelah. Lelah sejadi-jadinya. (12/05/18)
5/05/2018
Melewatkan Waktu
Ingi rasanya merasakan tidur yang berkualitas. Selama ini tidurku jauh dari kata berkualitas. Jam tidurku pun sudah seperti anjuran orang-orang yaitu 8 jam sehari, bahka bisa lebih kalau di hitung-hiting tapi bukan itu yang aku maksud disini, melainkan tidur yang sehat. Ingin rasanya merasakan bahwa kegiatan tidur adalah hal yang sangat berharga.
Ya bukan maksud ingin sibuk sampai gak ada waktu untuk istirahat, tapi aku ingin mendapatkan waktu sehingga setiap detiknya ada hal yang aku lakukan untuk hal yang bermanfaat atau berguna. Karena aku merasa sampai detik ini pun masih banyak kelonggaran. Banyak waktu senggang yang hanya terbuang sia-sia. Setiap hari hanya bersantai, memandangi layar sambil sekedar ngeteh juga ngemil cantik tanpa ada tindakan yang menurutku bermanfaat.
Bosan. Aku ingin mengubah malas yang sudah mengakar di dalam diriku tapi bagaimana caranya ya....??? (04/05/17)
4/24/2018
19:46
4/07/2018
15:33
1/25/2018
Jeda
Apa yang menjadikan sesak dalam dada ini. Tiba-tiba tanpa sebab yang aku pahami ada kepedihan yang mendalam.. Hal yang hanya bisa dirasakan tanpa bisa mengerti maksud, makna, sebab, dan asal muasal bisa seperti ini. Begitu sakit, seperti seseorang yang tiba-tiba sesak napas kambuh.
Harus bagaimana....
Aku berada dimana diwaktu sekarang ini? Sudah begitu lama aku mencoba lebih mengenal diriku semenjak aku sadar bahwa aku sudah mulai berada diantara dua waktu yang berbeda. Namun masih belum bisa mengenal bahkan mengendalikan ke alam sadarku. Sejujurnya aku lelah, bahkan teramat lelah dengan alur cerita yang sudah melenceng jauh. Bagaimana cara agar bisa kembali, kembali ke arah yang seharusnya?
Cerita yang sambung-menyambung tanpa ada penyelesaian di setiap serinya, tidak ada jeda bahka seperti saling menumpuk cerita acak yang kadang tak ada kaitannya satu dengan yang lainnya. (24/01/18)
1/17/2018
Berkata kasar
Dan pikiranku tak mau lagi berkompromi.
Pikiranku tak lagi patuh seperti halnya hatiku.
Pikiraku tak lagi simple yang hanya melihat apa yang terlihat.
Pikiranku tak lagi sepaham seperti arah yang terus bercabang.
Pikiranku tak lagi sama dengan gerak dari irama yang berdetak.
Kini pikiranku selalu saja berpihak padamu, seperti hatiku yang penuh dengan segala macam tentangmu. (17/01/18)
