Tampilkan postingan dengan label langitku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label langitku. Tampilkan semua postingan

5/14/2021

Lintas Masa


Jenuh, bosan, aku rindu pada alamku. Pikiran udah tak tau kemana terlalu keruh hingga sulit dipahami, ingin berteriak tapi tak ada alasan untuk bisa bersuara. Ku rindukan alamku. Mungkin jika itu dulu disaat jemu melanda tanpa pertimbangan langsung saja akan membawa abu entah nanti akan berujung dimana yang penting membuang pengat di sepanjang jalan tapi kalau sekarang rasanya itu tak mungkin. Bukan karena corona melainkan memang aku, aku enggan untuk beranjak.

Sudah beberapa tahun belakangan ini aku seperti membentuk duniaku sendiri, hampir tak ada interaksi dengan orang lain bahkan sudah tak ada komunikasi dengan teman ataupun sodara sama sekali jangankan berbalas pesan melihat acara televisi pun tidak. Tubuhku enggan beranjak, otakku tak mau berkompromi, seperti membuat benteng pertahanan dari luar dan asik dengan duniaku yang sama sekali tak tersentuh oleh orang lain - Maaf bila mengabaikan kalian. Dunia imaji yang tak bisa diterima nalar namun selalu saja meracuniku dengan berbagai cerita yang tak jarang membuat resah dan jangan ditanyakan lagi tentang keruwetan karena otakku yang terlalu liar suka berkelana menyelam diantara pikiran-pikiran yang ditemuinya, yang di inginkannya, dan yang berada di sekitarku, dimanapun otak bisa menjangkau disanalah akan berkontribusi. Seperti spon yang mencuri segala macam emosi orang-orang itu. Sakit, jelas rasanya mau pecah dan aku tak dapat mencegah bahkan memblokir segala macam hasil penyelaman tersebut.

Aku ingin kembali bermanja pada alam, ingin mengadu tentang kesakitan ini dan ingin membuang segala keruwetan isi kepalaku terlalu lelah untuk disimpan tapi ku tak bisa pergi, tak bisa beranjak karena aku bukan lagi yang dulu. Mungkin dulu bermodal bensin penuh pun jadi tapi sekarang ada beberapa hal yang mesti menjadi pertimbangan terutama kaki. Cidera beberapa kali di tempat yang sama itu sangat-sangat mengganggu terlebih ketika saat kambuh alamak rasanya.

Aku rindu alamku. Bagaimana simfoni dari daun yang merdu, bau dari tanaman liar dan tanah basah, gericik air, birunya langit lengkap dengan tarian awan, aaah semua itu serasa memanggil mendekatinya. Entah lah ya, sekarang ini hariku tak lebih dari dalam kotak, bahkan melihat langitku pun hanya di hitung dengan jari. Karena setiap melongok ke jendela, secepat itu otak merespon untuk menempatkan di masa lampau (jendela seperti gerbang pembatas dua masa) oke jujur itu bikin tenang hati, namun juga menambah 'rindu' yang sulit di artikan tentang apa yang pasti seperti ada kisah yang belum selesai. Adakah yang sudi menemaniku.... (14/05/21)

2/20/2021

05:21

Tidur yang tidak merasakan tidur, itu sudah biasa buatku. Tapi kegelisahan yang tiba-tiba datang dengan rasa perih di hati seperti sekarang ini, entah karena sebab apa terlebih tiba-tiba terseret di pemukiman seperti pedesaan yang begitu tenang. Aku menyukainya tapi tidak dengan yang kurasakan sekarang, ini di mana....??? Mengapa tiba-tiba saja otakku terseret ke tempat ini...., apa yang ingin di tunjukkan...????

Di luar langit masih gelap, mungkin mentari akan terlambat datang menyapa pagi, terlebih karena hujan semalam yang mengguyur menambah minat untuk tetap terjaga di alam mimpi, namun lihatlah otakku yang tak peduli dengan raga yang masih masih mencoba mengembalikan kualitas tidurnya agar normal kembali berkali-kali terjaga dan sekarang berakhir dengan memandangi awan kelabu dari balik jendela dengan otak yang sudah berkelana menembus dimensi waktu.

Aku belum bisa memaknai mimpi, terlebih makna yang tersirat dari sepenggal cerita yang terlihat. Otakku tidak sampe. Mungkin aku yang terlalu bodoh, atau juga terlalu polos dan tak peduli, namun jujur benar adanya bila aku sama sekali tak mengerti. Coba katakan, jangan hanya memberikan kode karena aku bukan orang yang peka (mungkin memilih mengabaikan lebih tepatnya). Hmmmmm, pagi- pagi judah dibikin ruwet pikiran(20/02/21)

:: ini gimana ceritanya menembus waktu di dua tempat berbeda (sudah seperti inti sel aja deh ah).
Cuuuus mp3 breaking the habit lah

2/14/2021

Satu Kata

Ada yang perlahan menjauh, namun perlahan ada yang lain mendekat itu sudah garisnya seperti itu. Tapi sesuatu yang menjauh terasa lebih cepat dan bertubi dibandingkan dengan yang datang yang terasa lambat dan lama memghampiri.


Lihatlah awan yang tak pernah memperlihatkan hal yang sama setiap harinya bahkan setiap detik akan berbeda, karena angin membawanya kesegala arah. Tak dapat di pastikan apa yang kita lihat, bisa baik, indah, cantik, bahkan bisa jadi hanya siluet sesaat. Hanya bisa menikmati apa yang tersaji bukan untuk berubah menjadi raja. (14/02/21)

5/06/2019

16:40


Setelah kurang lebih 16 hari meninggalkan rumah, dan di sore ini aku melihat ke langit senja masih terlihat sama seperti terakhir aku lihat.

Tidak begitu banyak awan yang bercerita, pohon dan dedaunan masih berwarna kuning menanti datangnya hujan, alulalang kendaraan di jalan tol yang suaranya masih tak teredam hingga sampai di tempatku berdiri. Rumah berjajar rapat berlomba siapa yang paling tinggi, dan di tempatku berdiri sekarangpun masih sama. Hanya aku yang masih setia memandang langit masih belum kudapati kamu disampingku menemani. Memandang pergantian senja dilangitku. (05/11/18)

3/05/2019

21:50

 Demi nama cinta hatiku telah terpaut padamu tak tersisa.


Untuk cinta yang berusaha kujaga bahkan hingga dimasa yang akan datang, tak akan berkurang ataupun bergeser.

Cinta yang akan menghabiskan waktu sepanjang masa bersamamu

Cinta..., cinta yang tak sirna menerangi jalan dan akan selalu mendekat dalam kenyamanan.

Teruntuk cinta, diri ini hadir dan selalu ada bersamamu dan untukmu.

Hanya cintamu yang ku inginkan.

Cinta dalam perhatianmu menghanyutkan tubuh dalam lamunan dunia imajinasi, istana di atas awan berdua.

Cinta yang ku tau dalam pemikiranku dan nafasku adalah kamu saja. (05/03/19)

12/01/2018

Awan di awal bulan


17:05
Awan selalu terlihat berbeda tidak hanya setiap hari, bahkan setiap aku memandang ke arah awan maka akan tampak berbeda, meskipun aku mengenadah di tempat yang sama. Buatku awan seperti jiwa yang murni, yang selalu bercerita apa adanya.

Entah sejak kapan ketertarikanku kepada awan dimulai, namun ketika melihat ke atas melihat kearah awan yang bergerombol ataupun bergerak mengikuti angin membawanya pergi hatiku menjadi lega, ketenangan ketika melihatnya yang seakan menghibur dan bercerita kepadaku.

Aku melihat awan seperti keiklasan dan kesederhanaan. Tak banyak warna, hanya putih terkadang gelap, tak pernah menolak kemanapun angin membawanya serta. Awan tak menyembunyikan apapun, ketika cuaca cerah ataupun cuaca lagi tak bersahabat awan akan mengatakan kepada kita. Awan yang tak pernah lelah bercerita untuk kita, meskipun buat sebagian orang tak mempedulikan itu bukan menjadi masalah karena ketulusan bukan untuk dilihat namun dirasakan. (01/12/18)

:: Awan di awal bulan desember ketika sore hari.

11/03/2018

Terbuai suasana


Malam mulai beranjak meskipun belum larut, duduk sendiri di teras mencoba untuk membuat kopi susu, dengan banyak harapan agar kopi habis ngantuk pun datang. Bila di rumah susah untuk menghabiskan malam di teras, namun disini terlalu nyaman menghabiskan malam di teras meskipun sendiri. Suasana sepi, sepanjang mata memandang hanya kebon yang ditumbuhi banyak pohon dan gelap. Sangat jarang orang lewat, berisiknya kendaraan ataupun suara orang ngobrol di pinggir jalan itu sama sekali tak kutemukan disini. Tempat yang pas untuk hunian bagi orang yang ga begitu suka keramaian.

Di teras, mencoba menikmati segelas kopi susu dan menggembalakan pikiran. Namun sepertinya kali ini gagal. Bukan karena tidak fokus untuk menuangkan ide namun otak terlalu bersemangat sehingga menghamburkan segala abjad yang sudah mulai berbaris. Kebiasaan baru kemana-mana selalu membawa buku padahal belum tentu tersentuh ataupun bisa menuangkan cerita di dalamnya namun suka saja membawanya kemana-mana.

Buku baru yang ga ada alasan khusus membelinya, bukan juga karena gambarnya lucu tapi sampai saat ini belum terpakai. Inginnya membuat cerita disana agar nanti bisa aku tunjukkan kepadanya sukur dibaca dan dikoreksi. Tapi sampai saat ini masih saja konsep, belum benar-benar menemukan cerita pasti dan kata pembuka yang pas. Mungkin nanti, entah kapan namun konsep cerita sudah ada bebebrapa tinggal penjabaran ceritanya saja. (02/11/18)

10/18/2018

Cerita Senja


Cerita dari Senja untuk awan dan angin.

Aku senang suasana di sore hari. Ketika senja mulai merona, angin akan terasa menyejukkan menghalau keringat di badan.
Langit yang mulai terlihat biru samar dengan awan yang tak selalu berwarna putih di sore ini.
Senja. selalu memberikan kedamaian sesaat untukku. Dari balik jendela inilah aku coba nikmati sore.

Matahari mulai meredup, namun tak menyurutkan suara bising kenalpot dari alu-lalang kendaraan di jalan tol yang terlihat kecil di tempatku berdiri.
Suasana sore yang dihabisnyan sebagian orang untuk bergegas pulang melepas lelah berkumpul dengan keluarga dan orang terkasih.
Aku nikmati sendiri tanpa berbagi.

Entah kapan aku bisa nikmati senja bersamamu...
Walaupun hanya dengan duduk berdua menikmati secangkir teh dan kudapan sambil bercerita tentang realita dan mimpi.
Membayangkannya saja membuatku tersenyum bangga, terlebih bisa benar-benar menjadi nyata. Ya, mungkin suatu saat nanti...
Waktu untuk kita, hanya berdua saja di beranda istana mungil kita.

Bukan senja yang ingin kunikmati, namun suasana senja lah yang membuatku tak ingin melewatkannya.
Senja dan awan yang tak pernah bosan menghadirkanmu di dunia hayalku. Karena untuk saat ini belum bisa menghadirkanmu secara utuh di sisihku.
Mungkin nanti, hanya soal waktu. (17/10/18)

10/17/2018

Hujan Bulan Oktober


Pagi ini langit masih terlihat abu. Matahari juga masih enggan keluar, sepertinya tau dan membiarkan setiap jendela kamar untuk tetap tertutup rapat di pagi ini sekedar memberikan sedikit jeda untuk mereka menuntaskan mimpinya. Udara ga terasa dingin, meskipun suhu yang terbaca di layar ponselku menunjukan angka 26 derajat hanya saja sedikit adem dibanding hari-hari biasanya yang ga pernah lepas dari kisaran angka kepala 3.

Hujan semalam lumayan deras dan cukup lama, memberikan sisa kesejukan di pagi ini, ya walaupun hujan ada jeda sejenak untuk memberi kesempatan kepada mereka yang masih di luar agar begegas pulang. Hari yang tenang dan menyejukkan yang berbanding terbalik dengan suasana hatiku akhir-akhir ini yang tak menentu.

Hujan di bulan oktober, sedikit memberikan kesejukan di musim hujan yang gersang. (16/10/18)

7/25/2017

Mimpiku dari impian mereka

Tak seharusnya minta dipahami oleh orang lain. Apa yang aku piikiran tentu tidak selalu sama dengan yang dipikirkan orang lain, kita memiliki sudut pandang masing-masing dalam melihat sesuatu hal, dan orang lain pun tentu saja tak bisa membaca apa yang ada dipikiranku terlebih apa yang aku inginkan.

Sebagai seseorang yang memiliki banyak keterbatasan, aku tak bisa membahagiakan semua orang karena kebahagiaan setiap orang jelas saja berbeda satu dengan yang lain. Terlalu sibuk untuk bisa membuat orang lain bahagia hingga lupa bahwa itu semua tak bisa aku lakukan semuanya.

Aku hanyalah aku, seorang yang bermimpi ingin melihat kebahagiaan tapi lupa bahwa kebahagiaan itu bukanlah dicari. Aku menginginkan jalan orang-orang disekelilingku rapi untuk bisa dilewati namun lihatlah, aku hanya punya dua tangan yang tak bisa menjangkau seluruh ilalang untuk memudahkan jalan mereka. Mereka punya tempat tujuan masing-masing, punya impian dan obsesi yang ingin diwujudkannya sendiri-sendiri dan itu tak selalu melewati jalan yang sudah tersedia. Aku hanya menerka-merka dari arah gerak langkah mereka tapi tak tau arah pemikirannya kemana, baru aku sadar bahwa mereka tak selalu jalan lurus kedepan bisa saja sedikit berbelok bahkan memutar haluan lalu bagaimana dengan ilalang yang sudah menjadi penanda jejak kaki? Jelas tiada guna karena itu bukan jalan mereka melainkan hanya impianku yang mendompleng di dalam impian mereka. Cepatlah sadar, buka mata bahwa semuanya tak bisa aku lakukan seorang diri. Aku bukanlah seorang pengemudi dari segala penumpang, melainkan pengemudi yang seharusnya berjalan sesuai rute yang sudah disediakan yaitu diriku sendiri.

Aku hanya bisa mendengar mimpi-mimpi mereka namun seperti apa mimpi yang diharapkannya tentu saja tak bisa aku melihatnya untuk membantu mewujudkannya. Harusnya aku sadar siapa aku dan tak semuanya tentang mereka tak bisa aku sesuaikan sebagaimana mestinya. Keindahan yang aku inginkan harusnya aku ciptakan untuk diriku sendiri, bukan sibuk menata ataupun menciptakannya untuk mereka karena mimpi kita itu berbeda. Sekali lagi yang perlu ditegaskan, mimpi itu milik semua orang, dan itu tak selalu sama antara satu dengan yang lainnya maka dari itu cukupkan untuk hadir di dalam mimpi-mimpi mereka, buatlah mimpimu sendiri dan wujudkan. Tapi bagaimana jika mimpiku adalah agar mimpi-mimpi mereka bisa menjadi nyata lalu apa yang harus aku lakukan..... ????!!!

Pening kepala rasanya dengan segala mimpi dan keruwetan yang hadir menjadi satu silih berganti berserakan saling mengikat dan..., aku hanya perlu satu pelukan untuk saat ini. (24/07/17)

1/10/2017

Langit di pagi ini


Pagi ini langit terlihat abu, tak ada secuilpun tanda-tanda kehadiran matari. Aku perhatikan langit dari balik jendela. Mendung belum berarti hujan tapi bagaimana dengan angin yang sedaritadi berhembus kencang yang terus menggoyangkan pucuk dedaunan bahkan gorden jendelaku juga ikut berkibar oleh hembusan angin di pagi ini.

Aku terus pandangi langit yang sewarna abu. Perlahan ada segurat garis terang yang membelah mendung di langit abu. Perlahan dan terus berjalan, langit tak lagi berwarna abu seperti yang aku lihat sebelumnya. Ada degradasi putih juga sedikit abu dan biru, namun tetap saja cahaya matahari masih belum sepenuhnya jelas membagikan sinarnya. Rintik hujan mulai datang, mengawali hari ini. Semoga ini menjadi awal dari gelap yang memudar dan langit kembali berwarna biru agar awan-awan terus ceria menari-nari di langit luas. (10/01/17)



☆ el

10/23/2016

Hujan Menungguku Di peraduan

Dan terjadi lagi. Ketika berangkat untuk membeli lauk baru beberapa langkah aku merasakan titik-titik lembut air itu juga terlihat jelas di kaca helm yang dipenuhi dengan butiran kecil air. Langit di sore ini mulai tertutup awan hitam. Pikirku balik saja tidak jadi pergi namun seketika aku urungkan tetap pergi walau sudah ada tanda-tanda akan hadirnya hujan di malam minggu.

Selama perjalanan terus saja merasakan lembutnya rintik air yang jatuh dari langit. Aku tak mempercepat laju kendaraan juga tidak memperlambatnya, berjalan sambil melihat-lihat kanan dan kiri bangunan-bangunan serta orang-otang yang sibuk dengan urusannya.

Dalam perjalanan pulang aku lihat langit semakin gelap, butiran air terus saja berjatuhan. Dan pada akhirnya ketika aku sampai di rumah seketika hujan turun begitu derasnya.

Hal seperti ini sering sekali aku alami, hujan menungguku untuk sampai rumah. Hujan tak bermaksud untuk membasahiku karena hujan tahu jika tubuhku rentan terkena air hujan yang langsung demam, flu dan pilek. Walaupun penyuka hujan namun sementara ini tak di ijinkan untuk menikmati di bawah rintiknya. Cukup dari balik jendela atau menikmati suara riuh air yang jatuh di atap rumah dari balik kamar saja. (22/10/16)



☆ el

10/05/2016

Hujan

Sepertinya hujan selalu menungguku untuk sampai rumah barulah tetesan air turun dengan derasnya untuk menyapa bumi. Mungkin hujan tau jika tubuhku mudah terkena flu bila kena air hujan, untuk sebab itu hujanpun memberi jeda untukku berlindung dari derasnya hujan yang turun.

Mungkin hujan memberikan kesempatan untuk menikmati setiap tetesan air yang datang mengalir dan menetes dari atap rumah saja. Hujan yang selalu bisa mempesona dalam setiap kehadirannya. Kesejukan yang dirasa hingga meresap kesanubari. Seakan membuaiku, menenangkanku dalam kegalauan yang kurasa saat ini. (04/10/16)


8/09/2016

Ini Tentang Awan

Temaram lentera senja menghias langit di sore ini. Keindahan yang tak sama seperti sebelumnya.
Langit tertutup mendung tak membiaskan cahaya mentari yang berpendar menuju peraduanya.
Ini bukan tentang senja yang merona, melainkan tentang awan yang tak pernah bosan mengantarkan senja dalam buai gulita.
Langitku bermuram durja, tiada awan yang berlarian, terlebih imajinasi yang membumbung tinggi, mentari pun sudah kembali keperaduannya.
Saatnya bercerita kepada malam tentang mendung di langitku sore ini. (09/08/16)



★Ell

7/29/2016

Bintang dibalik Awan

aku berdiri di balkon rumah mencari kerlip bintang dilangit malam, namun tak ada satupun bintang yang terlihat disana.
aku melihat kerlip, tidak hanya satu melainkan begitu banyak kerlip yang menghias gelapnya malam namun
itu bukan bintang, melainkan cahaya lampu kota yang terlihat dari tempatku berdiri.
lalu..., dimana letak bintangku berada jika langitku pun hanya hitam legam tanpa cahaya.

aku tengadah berharap ada awan yang tersingkap memperlihatkan kerlip terang bintang malam
aaah, aku tak melihatnya walau sudah aku pendarkan pandangan kesegala arah namun awan gelap tetap menyembunyikan bintang dengan rapat.
semoga esok malam aku bisa melihat banyak bintang dari tempatku berada sekarang. (29/07/16)



★Ell

4/10/2016

Hujan yang Menyapa Malam


Malam merayap, semakin larut. Jam di hp ku sekarang menunjukkan angka 22:30 itu artinya sudah mendekati sepertiga malam ketiga namun aku masih terjaga. Kantuk yang sedaritadi menghinggapi sepertinya sirna entah apa gerangan yang mengusir kantuk dari lelah yang aku rasakan.

Yoo, kamu lagi apa...?! Aku tak dapat menghubungimu karena pulsa limit dan semua chat juga pending, eeeeeh malah tak bergerak entah karena apa sampai rentetan aksara yang aku rangkai untukmu tak sampai ke tempatmu dalam kedipan mata.

Yoo, taseh nopo panjenengan..?! Malam ini, ketika coretan ini tercipta langit menyapa bumi dengan kesejukan dari air hujan yang berlomba-lomba untuk memberi salam kepada pepohonan. Kotaku dari awal bulan sering di ajak bercengkrama hujan. Hmmmm... sepertinya hujan begitu semangatnya menyapa sampai tak peduli dengan tetangga yang punya hajat.

Dari kamarku sedari sore terdengar nyanyian khas tempat orang yang punya hajat, hingga malam ini lagu yang terdengar seakan ingin diredam dengan suara hujan deras di malam ini. Nyanyian alam terdengar lebih indah yo dibanding lagu 'jedung-jedung' dari suara sounsistem, karena aku ga tahu lagu apa yang sedang diputar.

Ooooh ya, aku sudah pernah bilang kepadamu belum yo bila aku menyukai kegaduhan dari orang yang punya hajat. Entah itu dari lagu yang di putar, keriuhannya, bau masakan yang dibuat juga yang disajikan, sampai hilir mudik tamu-tamu yang berdatangan. Jangan tanya kenapa-nya ya karena aku sendiri ga tahu sejak kapan menyukainya dan ga tahu juga persisnya kapan.

Yoo, panjenengan sampun tilem dereng.
....
Teek..teek...teeek.. teek...teeek....
#suara denting dari jam dinding
....

Ga ada jawaban..., itu tandanya kamu sudah terlelap. Mungkin lelah yang membuatmu tidur lebih cepat setelah hari ini muter-muter. Met istirahat yo, tidur yang berkualitas ya, hadirkan dan sertakan aku di dalam mimpi indahmu yo. Aku sayang kamu yo (10/04/16)

::berhubung udara sudah mulai adem menuju dingin, di luar gemuruh hujan juga masih awet maka saatnya tarik selimut. Selamat tidur..., jangan lupa berdoa.



★Ell

4/03/2016

Hujan yang Menjemput Malam

Malam mulai terasa sunyi dimana orang-orang memilih untuk beranjak kekamar dan beristirahat atau sekedar menonton acara televisi.
Dan rintik hujan mulai terlihat di pelataran, tak menunggu waktu lama hujan turun dengan derasnya.
Rasa dingin sedikit menyeruak dari celah-celah menggantikan udara panas yang sedari siang terasa menyengat.

Hujan...
Akhirnya kotaku diguyur hujan lebat setelah beberapa bulan terakhir ini tak merasakan kesejukan dari siraman hujan.
Patrikor semerbak seperti mengucapkan kegembiraan dari perjumpaannya dengen hujan.
Ini masih masuk musim penghujan, namun gerimispun sepertinya enggan menyapa kotaku.

Hujan datang, untuk mengantarkan kedalam tidur nyenyak.
Lelap bermimpi, mimpi indah sepanjang tidur malammu.
Terbuai dengan suara gemericik hujan jatuh di atap rumah yang sarat dengan ketenangan dan kesejukan.
Biarkan aku sesaat dimanjakan suara gerimis, dan udara dingin dimalam ini.
Selamat tidur, mimpi indah dan tidurlah yang berkualitas agar besok pagi bagun siap dengan semangat penuh untuk menyongsong indahnya hari meraih mimpi hingga ada di genggaman.

Terima kasih Tuhan untuk hari yang indah disepanjang hari ini.
Dan semoga apapun yang aku lakukan menjadi berkah dan selalu menggiringku menuju ke arahMu.
Terima kasih untuk hidupku dan semua yang indah yang terjadi dihari ini. (03/04/16)



☆ el

4/02/2016

Menyongsong Pagi

Semburat senja terlihat samar di langit yang tampak abu-abu.
Suara riuh ayam berkokok sahut menyahut membangunkan pemiliknya.
Pagi datang mengawali hari yang cerah ini.
Harapan dan semangat baru datang bersama pagi memulai rencana untuk menjemput impian.

Aku sibak tirai dan sejenak mengagumi sepi saat ini dimana belum ada aktivitas anak manusia dalam mengais rejeki.
Aku buka jendela, membiarkan segarnya udara pagi singgah di kamarku yang ga begitu luas.
Aaah..., suasana damai dan tenang yang sangat akrap di otakku.
Hariku, diawali di pagi ini. Ketika membuka mata dan melihat keindahan sunres dibalik jendela. (02/04/16)



☆ el

3/12/2016

terhipnotis oleh awan

Dahulu aku selalu menunggu datangnya senja, langit yang memerah dengan degradasi apik membuatnya jadi menawan dan terlihat anggun. Senja memang rupawan tapi kini ku sadari, bukan senja yang menggelitik mata melainkan awan. Awan yang selalu kukses mencuri perhatianku. (12/03/16)

#langit sore dari jendela besar



★Ell

3/09/2016

Terang Setelah Hujan Seharian

Pagi ini langitku terlihat ceria, setelah kemaren seharian mendung dan hujan beberapa saat diwaktu sore, malam pun hujan tiada hentinya. Namun pagi ini cuaca kembali cerah, matahari terlihat merona di ufuk timur. Daun-daun yang basah karena hujan semalam kini mulai menari gembira menyambut datangnya mentari.

Langit tak sebiru lautan namun cukup menawan, dengan hijaunya pepohonan dan awan yang menggimpal abu-abu. Membuatku betah berlama-lama melihatnya ditemani secangkir kopi panas sebagai pengawal aktifitas hari ini. (02/02/16)



★Ell