Tampilkan postingan dengan label noi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label noi. Tampilkan semua postingan

11/12/2018

Apa yang sebenarnya kau sembunyikan dariku?

Sejak pertengkaran kala itu aku merasa ada yang berbeda, namun setiap aku tanya selalu dan selalu saja kau katakan "aku baik-baik saja sayang, ga ada yang kusembunyikan" tak ingin ada pertengkaran lagi yang lebih dasyat makanya aku memilih untuk diam dan tak lagi menanyakan hal itu padamu. Sikapmu masih sama yang selalu perhatian padaku. Namun tahukah bahwa tatapan matamu menyaratkan ada sesuatu yang beda.

Sering aku memergoki tatapan matamu yang sepertinya menghindar ketika tatapan kita pertemu. Jangan katakan jika kamu malu, karena aku tak akan percaya. Kita menjaga komitmen bukan dalam hitungan hari sayang, namun sudah hitungan tahun begitu banyak hari yang sudah kita lewati bersama hingga aku makin paham tentangmu terlebih ikatan ini membuat semakin sempurna untukku memahami setiap gerak tubuhmu dan perasaanmu. Walaupun pad kenyataannya tak mudah dipahami.

Terbukalah kepadaku, katakan apa yang membuatmu enggan untuk bertatap denganku. Apakah aku sebegitu menakutkan hingga kau takut dan melihat kearah yang lain ketika aku menatapmu???
Ingatlah apa yang sudah menjadi komitmen kita yang akan selalu terbuka dalam hal apapun, jadi bicaralah padaku dan ceritakan apa yang menjadi ganjalan. Aku menunggu jawabanmu....?! (11/11/18)

11/10/2018

Mencari jalan


Ketika tak kudengar kabar darimu, kegelisahan, kahawatiran, kecemasan mulai membanjiri isi kepalaku dengan pertanyaan dan argumen tentang keberadaanmu dan keadaanmu saat ini. Terlebih kamu yang hanya membawa diri tanpa ada tempat berlindung. "Bagaimana keadaanmu sekarang yo?" Jika kutanyakan pasti akan kamu jawab "aku baik yo" dan beralih mencemaskanku.

Aku harus bagaimana....????
Sementara aku nyaman di rumah, makanan walau seadanya selalu tersedia sementara kamu masih berkeliaran di luar tanpa tau arah dan tujuan. Melompat dari satu tempat ke tempat lainnya untuk bisa sekedar merebahkan tubuh dan melepas lelah setelah seharian mengitari jalan tanpa tujuan pasti.

Apa yang bisa aku lakukan untukmu....???
Disinipun aku tak bisa berbuat banyak selain terus berdoa, percaya, dan yakin bahwa ini semua ada jalan terang dan akan segera berakhir tak lama lagi. Aku coba melihat dan terus berusaha untuk mendatangkan imajinasi tentangmu agar apa yang aku pikirkan, yang aku lihat dan yang aku harapkan akan menjadi nyata.

Kamu yang tak berada disampingku, itu yang semakin membuatku hawatir karena tak bisa menjagamu dan untuk berdekatan pun saat ini sepertinya waktunya belumlah tepat. Teruslah berjuang yo, percayalah, sedikit lagi akan kamu temukan pintu yang kamu cari-cari selama ini. Hari cerah akan segera kamu lihat yo. Bersabarlah sebentar lagi, aku akan selalu bedara di sampingmu dan menunggumu menjemputku. (09/11/18)

10/13/2018

Kebiasaan yang berulang


Kebiasaan lama yang belum sepenuhnya hilang. Sudah sekian lama berlalu dan tanpa kusadari kini aku lakukan lagi.

Dulu setiap ingin buat coretan, namun tak menemukan kata yang pas untuk memulai ada saja yang menjadi korban entah menggambar garis, kotak di halaman terakhir buku, atau mencoret ujung buku, ataupun menebali tulisan yang sekiranya menarik. Namun dari semua keisengan itu yang paling parah adalah menulis di lantai dan anehnya menulisnya pun seperti asal saja ga sadar bila itu menulis di ubin hingga ketika kesadaran mulai pulih lantai di depanku (kebiasaan menulis sambil tengkurap) sudah penuh coretan nama.

Mungkin karena waktu kecil ga pernah corat coret tembok seperti kebiasaan anak kecil pada umumnya kali ya jadi ketika sudah abg mulai mencoret ubin. Dan malam ini akupun kaget ketika kebiasaan itu muncul lagi.

Aku ga tau alasan nulis di lantai kenapa karena ya spontan saja, menulis juga ngasal bahkan setengah sadar sepertinya, padahal ketika di bersihkan tulisan itupun akan ikut hilang oleh air sabun pemberaih lantai. Tapi sebenarnya tidak hanya lantai, ada benda-benda yang tanpa sadar sudah tercoret sebuah nama tapi kenapa dari sekian benda itu seingatku ga pernah mencoret atas namaku sendiri ya....????!!

Yoo..., kapan-kapan berburu benda yang sudah tertulis namamu apa saja dan seberapa banyak. Hehehehe....(12/10/18)

P.S:
Meskipun suka mencoret namun aku suka keindahan jadi tidak pernah mengotori tempat umum ataupun milik orang lain. Nakalku tergolong elegan kan.

9/19/2018

Rindu yang Menyiksa

Nyatanya untuk mengucapkan kata "kangen" pun ku tak mampu.
Ingin beribu kali mengatakannya padamu, lalu berharap mendapat balasan dengan sebuah pelukan darimu untuk mengobati rindu yang sudah meradang di jiwaku.
Memang benar kata Dilan bila kangen itu berat, rindu itu menyiksa.
Rinduku sudah menggunung sampai membuat kalut, mempermainkan pikiran dan benar-benar mengaduk perasaan, dan sukses membuatku tak berdaya untuk mengharap suatu pertemuan.
Rindumu lebih besar dari rindu yang kupunya. Aku yakin seperti itu adanya, itulah yang membuatku urung untuk mengatakan satu kata sakral itu padamu. Pastinya hatimu lebih remuk dari yang aku rasa bila kukatakan padamu.
Mendengar kata kangen yang terlontar dari mulutkupun sudah sanggup membuatku berlinang air mata, apalagi bila kamu yang mengatakannya akan terasa perihnya hati ini sejenak menutup mata tak aka sanggup menahan rindu yang mengoyak perasaan.
Luangkan sejenak waktu untuk pertemuan, dan itu entah kapan terjadi.
Yang jelas menahan rindu itu sakit dan mengaduk-aduk segala rasa di dalam diri.
Biarkan rindu terus beranak pinak hingga saat pertemuan itu tiba akan menjadi penyatuan yang utuh untuk kita.(19/09/18)

Bersamamu itulah bahagia


Buat kita (aku dan yongsa) untuk bahagia itu mudah dan ga perlu ribet, di rumah nonton film online itu sudah mengasikkan. Yongsa yang suka nonton film sering mengajak nonton film di situs online. Ya memang kami ga modal untuk nonton di bioskop ga ada baget makanya mencari situs online untuk sekedar nonton film. Aku inget banget di awal-awal kebiasaan nonton bareng, yongsa sering main ke taman untuk mencari wifi gratis sekedar download film yang didapat dari reverensi teman-temannya di group fb, namun lama-lama menggunakan paket dataku yang selalu sisa banyak setiap harinya (ikut paket harian). Jangan di bayangkan nonton filmnya di layar lebar ya, karena kita nonton hanya menggunakan layar hp 4inci milik yongsa. Hp ku layarnya lebih lebar tapi lebih lemot, lancaran milik yongsa.

Aku ga ngerti yongsa suka genre film yang bagaimana, namun menurutku seleranya termasuk tinggi karena selama ini yang di tonton bukan film yang lagi hits di bioskop namun film yang jalan ceritanya bikin mikir. Film pertama yang menjadi bahan diskusi berjudul "Alif lam mim" . Aku masih ingat banget waktu itu ketika di warung makan di kota kudus habis bolang, saat menunggu makanan yongsa melihat peletakan kursi panjang (kursi tamu) dan televisi di warung tersebut tiba-tiba bertanya kenapa tv ditaruhnya di atas pintu dan kursi diletakkan menghadap ke luar? Jujur waktu itu jawabku ngasal dan ternyata itu juga menjadi salah satu bagian cuplikan film "Alif Lam Mim" walaupun yang di maksud bukan pintu melainkan jendela. sedangkan film yang kita tonton bareng pertama kali berjudul "Siapa Diatas Presiden" ya memang bagus filmnya. Nonton naruto the movie dan versi kartunnya sampe habis yongsa sikat, katanya bagus yang versi kartun, nonton film jadul yang masih bisa bikin kita tertawa dan memunculkan diskusi.

Dari film jadul, film dalam negeri, hollywood, bollywood, horror, sampai film yang kata yongsa ngirit baget karena hanya berada di 1 lokasi dan pemainnya cuma 1oraang saja. Tapi belum pernah sekalipun nonton film yang lagi di putar di bioskop. Satu-satunya film yang ditunggu hanya MI yang baru di putar beberapa bulan lalu. Tak hanya film, terkadang kita juga diskusi masalah makna yang terkandung di dalam lirik lagu, misal lagu ost wirosableng, dragonball, laksana raja di laut,....

Kebahagiaan yang sangat sederhana. Hanya dengan nonton film ataupun nonton youtube dari layar hp mungil sambil ngemil kacang, cilok, tempe goreng buatan yongsa yang asin atau hanya ngemil air putih pun kami sudah senang. Ya kadang sambil bercanda untuk menyalakan AC, masang spiker besar agar suaranya mantep, nyambungin ke tv biar mata ga jereng baca teks yang kecil-kecil, itu sudah membuat kami senang. Ya karena di kontrakan ga ada barang mewah, sebatas tv pun ga ada hahahahahaha... gemblung kabeh. Berhayalnya ketinggian, hiburan kami ya hanya hp. Namun begitu kita menikmatinya, walaupun terkadang film yang ditonton ga mudah di mengerti maksud yang terkandung di dalamnya, pokoknya untuk yang satu ini aku percaya ama pilihan yongsa, ya karena dia suka nonton film sedangkan aku ya hanya ikut nimbrung saja kalau suka ya ikut nonton kalau enggak ya cuma ngerecokin dan nemenin aja. Kalau aku mah pecinta FTV walaupun tak jarang ceritanya aneh dan sama sekali ga masuk akal hidup drakor. (19/09/18)

8/18/2018

Tentangmu

Menahan kangen itu tak mudah, bahkan teramat sakit dan menyiksa. Terlebih ketika harus mengatakannya padamu, teramat sakit karena aku dapat mendengar ungkapan dari apa yang kamu rasakan yang ternyata lebih-lebih besar dari yang aku tau dan aku rasakan.
Entah kapan waktu akan berpihak untuk kebersamaan kita selamanya.
Entah kapan Tuhan memberikan ijin mempersatukan kita. (18/08/18)

10/26/2017

Berdua

Berjalan bersama dijalan yang berbeda walaupun begitu kita punya tujuan yang sama 'bersama'.
Perbedaan bukan untuk membuat jarak, namun untuk melengkapi, menopang satu sama lain dalam lelah yang kadang mendera, mengingatkan ketika ambisi mulai merajai, sebagai kontrol agar lebih baik dan menyempurnakan.
Jangan pernah goyahkan apa yang menjadi mimpi di awal, rengkuh tubuh ini dikala jalan terlihat samar terlihat, pegang tangan ini selamanya. Tetaplah bersamaku untuk selama-lamanya karena aku membutuhkanmu dan kamulah satu yang aku mau, sayang. (25/10/17)

8/31/2017

Inginku kau melihatku

Ingin menjadi orang yang dibutuhkanmu.
Ingin menjadi orang yang selalu kau pikirkan setiap detiknya.
Ingin menjadi orang yang bisa menjadi pelipur lara dan tempatmu bersandar disaat lelah itu datang.
Ingin selalu terlihat menarik, mempesona dan sempurna dimatamu.
Ingin menjadi seseorang yang selalu kau banggakan di hadapan orang lain juga di depanku.
Ingin menjadi orang pertama dan terakhir yang hadir di dalam pikiranmu.
Ingin selalu menjadi rumahmu.
Ingin menjadi orang yang selalu kau rindukan kapanpun itu.
Ingin menjadi hidupmu, menjadi setiap hembusan nafasmu.
Begitu banyak 'ingin' mimpi bila itu menyangkut tentang kamu. (31/08/17)

8/14/2017

senyum Bahagia

Baru kali ini aku melihat kegembiraan yang mendalam dari dirinya. Dan aku tak sengaja melihatnya. Senang rasanya melihat keceriaan itu semoga saja aku bisa melihatnya setiap saat senyum menawanmu itu.

Kebahagiaan yang penuh makna disaat bisa meraih apa yang diimpikan. Teruslah wujudkan mimpi-mimpi besarmu selama itu positif aku akan terus mendukungmu agar mimpi itu tak hanya sekedar mimpi, namun bisa dilihat dan dirasakan. (13/08/17)

Mimpi dan perjuangan akan sebuah keberhasilan besar.

8/06/2017

Bersama

Pegang tanganku, dan aku tak akan membiarkannya terlepas. Kau terlalu berharga untukku, bagaimanapun cara akan aku jaga agar genggaman ini tetap utuh seperti ini.
Mengapa kau memandangku seperti itu?!
Aku akan terus memandangimu seperti ini, agar aku bisa menyelami dengan jelas apa yang kamu rasakan saat bersamaku. Kau, bagaimanapun menutupi ataupun mengelak itu tidak akan bisa menutupi bahwa apa yang kau rasakan sama sepertiku.

Jangan pernah bosan untuk memandangku, jangan pernah ada jeda untuk terus memikirkanku dan jangan ada pikiran untuk menjauh dariku.
Teruslah nyalakan cinta ini sampai kapanpun. Teruslah rengkuhku kedalam rindu dekapmu. Teruslah samakan langkah untuk menuju bukit impian kita. Teruslah merapat, berjalan bersamaku mengarungi kehidupan  hingga kapanpun dan saling menopang untuk terus menguatkan keyakinan yang kita tanam sedari awal.
Kita adalah kebersamaan yang abadi. Kita ada untuk saling melengkapi. Kita hadir karena kita ingin. 
Jangan berhenti untuk keabadian cinta yang sesungguhnya. (05/08/17)

6/03/2017

Masih Tentang Kamu

Pagi-pagi, mata baru juga kebuka sudah merasakan ga enak hati. Gundah gulana dan merana. Ada rasa sepi berkepanjangan, ada rasa nyesek dan ada rasa ingin marah.
Hmmmm... pagi ku sudah diselimuti oleh kangen. Semakin ga tenang setiap harinya, setiap mata terbuka selalu kepikiran kamu, iya kamu yoo... ada banyak kehawatiran walaupun yang sebenarnya aku yakin kamu baik-baik tapi tetap saja keyakinan itu belum bisa membungkam kehawatiranku.

Menahan rindu itu ga ngenakin ya, apa lagi jika berlama-lama tak jumpa semakin membuat hati gegana (gelisah galau dan merana), cepat balik ya yo... (02/06/17)

6/01/2017

Karena Rindu

karena rindu, aku merasa sepi.
karena rindu rasa ini menjadi tak menentu.
karena rindu, rindu kamu yang tak pernah berkesudahan.
karena rindu menyapa lewat sebait tulisan untuk mengungkapkan yang tak tersampaikan.
karena rindu, aku yang sangat merindukanmu yo. (01/06/17)

5/28/2017

Bagaimana keadaanmu yoo

Lagi membayangkan seperti inikah perasaan seorang istri perwira yang lagi ditinggal mengemban tugas negara, dikirim ke daerah terpencil jauh dari keluarga. Di rumah dengan berjuta pikiran yang fokusnya hanya kepada "bagaimana suami'ku disana". Ada rasa cemas, kangen, dan perasaan campur aduk dengan pertanyaan yang sepertinya hanya bisa dijawab bila melihat langsung realnya keadaan di TKP. Bagaimana dengan makannya, bagaimana keadannya berharapnya sehat dan baik tapi bagaimana jika badannya kurang enak tidak ada yang merhatiin?

Hawatir yang berlebihan, tiap makan keingat disana dia makan dengan apa..., jangan-jangan maemnya sembarangan atau malah ga sempat makan karena sibuk kerja, bagaimana dengan istirahatnya.... kepikiran dan membuat gundah, ketidak tenangan yang membuat pikiran ga tenang setiap hari. Mungkin seperti inilah yang dirasakan istri yang ditinggal tugas luar oleh suaminya.

Tinggal jauh sehingga tidak bisa melihat dalam jangka waktu tertentu, komunikasi juga terbatas karena kesibukan yang sudah menyita waktunya.

***

Dan pada kenyataannya ini juga yang aku rasakan. Menggelikan ya kalau dipikir-pikir tapi inilah kenyataannya, pikiranku selalu saja bertanya bagaimana yongsa disana..., apakah benar sehat dan daik mudah-mudahan yongsa sehat dan baik terus karena walaupun kurang enak badan yongsa tetap akan bilang 'aku baik' biar ga bikin aku kawatir kali ya makanya berkata begitu, terlebih kalau bilang 'badanku kurang enak badan' bakal deh cerewetnya keluar dan itu bisa saja bikin tambah bikin puyeng karena akan ada pertanyaan ini itu yang terus di ulang setiap waktunya.

Kalau lagi puasa gini tambah kepikiran aja, melebihi waktu yongsa masih di Jogja. Apa jaraknya sekarang yang lebih jauh ya sehingga kepikirannya lebih. Belum ketemu jawabannya kalau yang satu ini tapi aku berharap dimanapun yongsa berada, dia akan baik dan sehat terus. Jaga diri baik-baik ya yo, ga boleh aneh-aneh dan cepet balik ya aku tunggu yo. (28/05/17)

::
cepat balik ke kotaku yo

5/20/2017

Untukmu ; Cepat sembuh yo

Selalu saja begini.
Ketika kau katakan untuk berangkat saat ini juga masih belum rela, terlebih dengan kondisimu yang masih belum fit. Andai aku bisa berkata untuk menunda hingga kamu benar-benar fit, tapi nyatanya aku pun ga bisa merawarmu dengan baik.

Harus bagaimana agar kamu cepat baikan... aku tak tau. Kamu merasakan sakit, tapi aku malah diam tanpa berbuat apa pun. Aku sadar air mata ini tak bisa menjadikan ya sembuh dan untung saja kamu tak melihat beberapa kali usapan yang aku lakukan untuk membendung air mata yang susah untuk aku tutupi.

Maaf yo, tak bisa melakukan apapun saat kau sakit malah membuat kamu marah. Dan kini kau sudah melanjutkan perjalanan, semoga perjalanan itu cepat berakhir di kotaku. Aku belum rela melepasmu, masih ingin bersamamu terus dan selamanya.

Melihatmu sakit rasanya hati ini juga ikut sakit. Seperti ga terima dan jengkel sekarepe dewe, semua ini karena aku, aku yang hingga kini ga becus merawatmu. Maaf yo...

Cepat baik n sehat ya yo.
Cepat balik kesini ya... aku menunggumu. (20/05/17)


5/02/2017

Aku Menunggumu...

Aku Menunggumu...
Namun pada kenyataannya kamu yang datang terlebih dahulu. Sepertinya tak kau biarkan aku untuk merasakan bagaimana menunggu.
Di tempat itu, kau menunggu ledatanganku. Dengan sabar, tanpa menghiraukan orang-orang yang datang silih berganti.
Tak merecoki waktu yang terus saja berdetak, kau tenang saja menungguku.
Dan dengan sekali pandang, aku dapat menemukan keberadaanmu.
Seperti kompas yang menunjukkan ke arah yang seharusnya.
Aku menunggumu, tapi kau datang terlebih dahulu. (01/05/17)

::
Teringat kurai di depan indo***t


Dear Love

Dear. Yongsa
Beruntungnya aku menemukan dirimu.
Beruntungnya aku yang bisa merebut hatimu.
Kamu adalah seseorang yang istimewa.
Dan untuk semua itu, aku akan berjuang untuk bisa mendapatkanmu seutuhnya, berjuang untuk bisa bersamamu selamanya. (01/05/17)


3/04/2017

Malam Minggu

"Yo, ini malem minggu yo..."
"iya ini malam minggu,"
"Trus kamu ga ngapeel kaya yang lain"
"Halah...., kamu mau kaya mereka. Memangnya ada apa dengan malam minggu, kan sama saja dengan malam-malam lainnya"
"Ya kan katanya malam minggu malam panjang, trus banyak yang jalan-jalan gitu"
"Enakan di rumah ngopi sambil makan singkong rebus, jooos tenan"
"Enak itu yo".
"Mauuuuu...."

Ya begitulah kami.
Seperti tadi balik dari Sampokong mampir dulu di toko buku, niatnya beli penggaris cetak tapi yang dicari ga ada malah beli aneka macam rupa barang yang sebenarnya butuh dan enggak. Tapi mungkin kedepannya diperlukan, seperti biasanya juga gitu yang dibeli ga penting tapi suatu saat dibutuhkan.

Lanjut....

Di perjalan pulang jalan menuju pusat kota rame pol-poool'an. Ga kaget seh sebenarnya jika malam minggu memang ritualnya begitu sebagian orang akan refresing ke pusat kota. Di pinggir jalan sudah banyak orang nongkrong, ini juga biasa mereka pada janjian ngumpul (kebanyakan anak muda n gank motor) nah saat melihat ada beberapa orang yang lagi ngobrol ceria di pinggir jalan, lalu aku nyeletuk "Yo ini malam minggu" trus tersenyim sendiri. Tanya sendiri dan dijawab sendiri. "Tapi kita ga usah keluar ya, di rumah saja dengerin radio sambil ngobrol-ngobrol di teras, tapi sebelumnya buat kopi dulu sama cekilan. "Aku mau jagung rebus, telo bakar ya..."

Entahlah aku ga begitu suka berada di keramaian malah kepala pusing dan bingung sendiri, begitu banyak suara yang terdengar. Memilih tinggal di rumah, entah berapa lama tak masalah dan kalaupun keluar ya untuk menyapa alam bukan ke tempat keramaian yang sering aku ibaratkan ke kotak. Aku betah berada di rumah, dari dulupun begitu. Kalau ada perlu baru keluar, jangankan main ke mana gitu, main ke tetangga sebelah aja kagak pernah. Hehehehe....

Berasa nyaman saja berada di rumah, ya walaupun hanya tiduran, nonton tv atau cuma pencet-pencet hp sepertinya ga ada bosannya. Sampai jika ditanya jalan ga ngerti, ditanya tentang tempat nongkrong ga tau, ditanya reverensi makan blas ga mudeng, ada keramaian di luar juga ga minat dan ga ambil pusing :D

Kuper banget yah..., tapi kalau udah bolang, jangan di tanya blasuk kemana pun wokeeh yang penting jangan ke 'kotak' bangunan seperti mall dan semacamnya ke alam aja ya. (04/03/17)


3/02/2017

Sepi Tanpamu

Rindu itu memang keterlaluan, datang dengan tiba-tiba dan tak mau mengerti, pengennya hanya dimengerti tanpa mau peduli tentang suasana dan keadaan yang sedang terjadi.
Rindu memang bisu yang hanya bisa dirasakan, tanpa mau berkata tentang kegundahan yang ditimbulkannya.

Rasa yang tak pernah mau beranjak, malah semakin datang dan membanjiri menghuni setiap rongga di dalam dada ini. Walai awan bisakah kau menerjemahkan tentang apa yang aku rasa saat ini..., Ya, tentang dirinya yang aku harapkan kehadirannya selamanya disisihku. Menginginkannya dan sangat menginginkannya ada disini, bersamaku.

Aku ga mengeluh, ga ada air mata juga ( hanya merembes seperti mata air yang muncul tiba-tiba), aku juga ga neko-neko.
Hawatir, bingung, bimbang, gelisah, risau,.... entah kata apa lagi yang bisa mewakili gejolak yang bercampur ga karuan di dalam dadaku. Beberapa tanya yang bermunculan, lalu dengan apa aku bisa menenangkan bila tak lagi dapat menemukam alasan untuk sekedar menenangkan.

Sepi dan sunyi. Ada begitu banyak cerita yang menanti, ada banyak hal yang ingin aku dengar dari setiap langkahmu yang terayun, dari semua yang kau lihat hingga yang kau rasakan juga yang menjadi pikiran ataupun yang melintas sesaat. Aku ingin dengar sekuanya... Aku akan duduk manis, mendengarkan cerita itu hingga akhir walaupun akan memakan waktu yang sangat lama aku akan sabar mendengarkan.

Haaaach..., kosong. Tak ada yang bisa diperdengarkan, sama sekali tak ada suara. Entah apa yang sudah aku lalukan yang pasti aku sepi tanpamu.

Cepat baik dan segeralah kembali disini ya yo. (02/03/17)


2/19/2017

Dibawah Hujan

Siang itu selesai makan nasi pecel di siang yang sedikit redup kami pun pulang. Berboncengan menuju tempat dimana biasa kita ketemu untuk mengambil motor yang aku barkir disana. Langit mulai gelap, sepertinya sebentar lagi hujan akan turun. Baru beberapa meter berjalan terasa ada beberapa tetes air hujan yang mulai jatuh mengenai jaket dan helm yang aku pakai. Dan seketika itu hujan pun turun dengan deras. Dalam keadaan di tengah jalan, sementara tidak ada minimarket ataupun pertokoan yang bisa kami singgahi untuk berteduh. Hujan yang datang begitu cepat membuat orang-orang yang mengendarai motor seperti kami sedikit kewalahan. Bila terus melaju, belum sampai di tempat tujuan pastilah sudah basah kuyup, sekarang saja jaket sudah mulai basah, terlebih punya yongsa yang ada di depan.

Tak mau lebih basah lagi yongsa meminggirkan motor, berhenti di bawah pohon yang ada di pinggir jalan walau tak begitu rimbun tapi seenggaknya bisa sedikit menghalau air untuk membuat kuyup tubuh kami. Masing-masing mengambil mantel yang ada di jok motor, lalu mengenakannya. Mantelku model ponco yang ada lengannya sementara punya yongsa model celana. Padahal sudah kena tegur yongsa karena membeli mantel bentuk ponco yang sebenarnya bisa dikatakan berbahaya bagi pengendara motor dan aku bilang nanti jika gajian akan beli yang model celana tapi sampai sekarang belum aku laksanakan.

Yongsa begitu tenang mengenakan mantel, mengamankan tas bawaannya yang lumayan gede sementara aku ribet sendiri malah lebih menghawatirkan yongsa. Bagaimana dengan tasnya, apa nanti ga basah, yongsa masih harus menempuh perjalanan yang cukup jauh untuk sampai di kontrakan, masa selama perjalanan diguyur hujan seperti ini...,

Sambil mengenakan mantel, aku melihat ke arah yongsa dengan segala gerak-geriknya saat mengenakan mantel dari atasan, menutup tasnya dan menggendongnya. Memandangi yongsa dengan pikiran yang berputar seperti adonan sampai yongsa selesai memakai mantel sementara aku kelupaan tutup kepala tidak aku pakai, langsung mengenakan helm untuk itulah aku buka kembali helm dan membenarkan penutup kepala yang ada di mantel agar air hujan tidak merembes ataupun membasahi ramhutku.

Sepertinya yongsa menyadari keribetanku. Sampai selesai mengenakan helm ada salah satu kancing di mantelku yang belum aku ceklekin. Yongsa membenarkan mantelku, meyakinkan untuk benar-benar tertutup rapat dan membantuku mengunci helmku hingga bunyi klik.

Aaaah..., ternyata beneran ribet bila mengenakan mantel ponco dalam posisi membonceng. mantel teraingkap ke atas, kaki juga tidak sepenuhnya terlindungi sampai celana yang sudah aku lipatpun masih terasa basah karena hembusan angin yang membawa hujan besertanya. Hujan-hujan bersama yongsa brasa romantiiis (keindahan yang sederhana namun nyata).

Jika hujan begini jalan brasa macet karena laju kendaraan yang tak begitu kencang. Tak mengapa, malah kalau bisa lebih diperlambat saja agar bisa lebih lama bersama yongsa. Namun jarak yang ga begitu jauh membuat kami cepat sampai ke tujuan. Aku turun untuk mengambil motor dan kami pun berjalan dengan motor masing-masing ke tujuan yang berbeda. Yongsa jalan di belakang mengikutiku. sesampai di pertigaan tepat lampu lalu lintas berwarna merah menuju hijau aku memperlambat motor dan yongsa menyusulku disamping, mengingatkan untuk hati-hati dengan mantelku akupun juga mewanti-wanti untuk yongsa berhati-hati selama perjalanan.

Saat lampu lalu lintas berubah hijau, "aku sayang kamu yo..." terdengar kalimat itu dengan cukup keras saat aku mau berbelok. "aku juga sayang kamu yoo..., kamu hati-hati ya yo" dan perjumpaan kali ini cukupkan sampai sore ini saja, berlanjut kepertemuan selanjutnya. Walaupun sebenarnya masih ingin bareng namun sementara cukupkan sekian, nanti bila waktunya tiba dan di saat yang sudah tepat kita bisa bersama selamanya. (19/02/17)

♡♡♡
sebuah perhatian-perhatian kecil yang terjadi tanpa disengaja (spontan) dan direncanakan bisa menjadi hal indah, menawan untuk pasanganmu. Dan sejatinya itulah bagaimana sebenarnya pribadimu yang sesungguhnya.

:: Hujan tiba-tiba teringat dan pengen bikin coretan ini.


2/14/2017

Sayang yang Terus Bertumbuh

Cinta dan sayang yang begitu besar hingga tak rela untuk ditinggal pulang. Haaach... rasa apa ini yang tiba-tiba datang disaat ia pergi. Ga mau ditinggal, maunya bareng dan berasa berat banget untuk melepasnya kembali ke kotanya.

Rasa sayang yang semakin hari terus saja bertambah, tak henti tumbuh di dalam hati.

Yoo....
Bagaimana mengobati rindu yang riuh dan tak pernah berhenti bersuara akan sebuah kebersamaan. Aku kangen kamu selalu, yoo... Cepat balik ya yoo. (14/02/17)