12/26/2023

Ganjil

Terperangkap dalam lingkaran waktu, tak lagi dapat membedakan apakah ini hanya imajinasi ataukah dalam alam bawah sadar yang sebagian menguasai otak hingga tak dapat berpikir rasional. 'PUSING' jelas jangan di tanya lagi, bahkan hanya untuk sekedar berpikir simple aja seakan menguras isi otak. Melebihi ketika otak berubah menjadi spon. Memang ya capeknya ketika berpikir serasa berlipat-lipat dengan capeknya badan setelah aktifitas berat.

Bagaimana sebenarnya untuk memblokade otak agar lak lagi di jajah, dan diam di tempat tanpa 'kepo' dengan menyelusup mencari tahu apa yang ada di pikiran orang lain. Itu jelas menguras tenaga, tapi bagaimana lagi karena hingga saat ini pun belum dapat sepenuhnya mengontrol apa yang terjadi.

Ini tidak benar, eh... bukan maksudnya tidak dibenarkan tapi panglima terlalu arogan terlebih ketika melihat raja yang terlihat lemah setelah semua yang terjadi. Seharusnya keduanya, eh ketiganya berjalan beriringan dengan porsinya masing-masing untuk mengerjakan tugas yang seharusnya tidak ada yang berat sebelah agar selaras menghasilkan perpaduan yang pas untuk keselarasan dalam berperilaku. (26.12.23)


12/25/2023

Redup

Dalam kegelisahan hati terbesit tanya "masihkah ada kau disana" tak pernah pasti untuk memahami apa yang sebenarnya kau mau. Bukan, bukan lagi tentang tanya namun kepada "apakah kau masih memegang teguh kata yang pernah tersemat untuk menjadi kita...?!"

Kini tidak lagi hitungan detik yang berdenting tak lagi waktu tentang hangatnya sang surya yang hilir mudik ke peraduan namun tentang purnama yang tak kunjung usai menunggu untuk ujung penantian.

Perlahan hati mulai terkikis oleh asa yang semakin meredup. Entah sampai kapan hati ini benar-benar akan berhenti dan membungkus kenangan yang tak usai meskipun kini ikrar untuk beranjak pergi berkali-kali berkumandang namun langkah pelan dan sesekali masih melihat ke belakang berharap kau kembali ada disana untukku.

Kiasan tak lagi indah di dengar, mata tak lagi memancarkan binarnya, dan hati perlahan kering oleh kasih dan peluk yang senan tiasa datang ketika ku membutuhkan, semuanya tak lagi ada. Tersisa kenangan, juga cerita yang hanya bisa dikenang oleh diri. Indah meski sesaat, setidaknya aku pernah punya mimpi, punya tujuan dan mengerti arti cinta dan kasih yang sesungguhnya darimu. Terlebih tahu bagaimana bahagia tanpa harus membentengi diri meskipun hanya sesaat. (25.12.23)



12/09/2023

Asa yang Kosong

Ada satu pengharapan yang selamanya tak akan pernah tergapai bagaimanapun usaha yang di lakukan.

Bukan hanya sebatas mimpi yang hadir namun keinginan yang terdalam, namun sayangnya hingga di pengujung usia pun tak terwujud.
Impian yang begitu besar untuk anak-anaknya yang selalu menjadi doa di setiap sujudnya.
Harapan dan impian memang selayaknya berjalan beriringan tapi apalah daya bila jalan hidup bukan diri ini yang menentukan. Semua sudah ada jalannya bagaimana pun menepis memang inilah suratan yang telah menjadi pilihan hidup.

Indah untuk di ucap, namun terlalu sulit untuk menggapainya.
Apakah ini akan benar-benar menjadi mimpi... atau suatu saat ada keajaiban yang akan membuka terang untuk secerca harapan bagi mereka.
Entahlah..., semoga saja akan benar adanya bahwa ini bukan hanya mimpi ataupun harapan kosong.
Terang untuk semuanya. (09.12.23)

12/05/2023

Tal Lagi Sama

Ada kalanya lelah ini memaksa untuk menyerah. Lalu apa yang akan terjadi selanjutnya....

Namun melihat wajah mereka dan mengingat tanggung jawab yang masih ada tak ayal langkah akan terus ter ayun.
Bagaimana dengan diri yang serasa terbelenggu, terkekang, dan terhimpit hingga untuk bernafas pun membutuhkan perjuangan. Aku lelah...

Adakah tempatku untuk bersandar....
Adakah belaian kelembutan dan pelukan hangat kembali lagi ku rasakan....
Adakah sepenggal kata yang kembali bisa menenangkan jiwa...
Aku merindukan semuanya.

Ketika berkali-kali tanya terlontar "kenapa tak pernah tertawa..., Apakah kau tertawa...., bagaimana cara agar kau bisa tertawa....?
Dan ketika wajah lucu itu akan melihat dengan seksama ketika terdengar lirih suara tawa dari orang yang di harapkan. Itu senyum bahagia yang akan menular pada dirinya untuk lebih menyuarakan tawa yang begitu renyah dan membahana.

Namun itu hanya sesaat, untuk berpura-pura baik pun sangatlah susah.
Hati ini terlalu lelah..., sangat teramat lelah dan otak ini pun tak lagi bisa berpikir dengan normal semua di hadapkan oleh jalan buntu dan lelah.

Cobalah rengkuh aku kembali, aku merindukan dirimu.
Kembali, aku ingin mendengar semua cerita, dan segala ocehanmu.
Aku menginginkan itu, terlebih aku membutuhkanmu untuk saat ini dan seterusnya.
Terlalu terpaku dengan apa yang terjadi, hingga perlahan menyerah dengan keadaan menerima kemana arus akan membawa entah bermuara di lautan atau hanya akan terdampar di sungai yang tak berpenghuni.
Asa yang perlahan meredup seiring tak kembali terlihat potongan puzzle tentang lembaran cerita dihari nanti.
Entah apakah cerita ini sudah berakhir sampai di sini dengan akhir yang tak jelas, atau akan ada cerita baru yang akan di mulai..., aku tak tau dan hanya akan menerima semuanya sebaik yang di berikan-NYA. (05.12.23)

11/27/2023

Bertahan dalam Kegelapan

Mereka ada untukmu, meskipun tak semuanya benar-benar peduli padamu namun setidaknya ada seseorang yang peduli padamu tanpa syarat.

Mereka ada untukmu untuk meramaikan hidupmu, memberikan warna lain hingga membuatmu tau apa arti bahagia yang sesungguhnya.
Mereka ada untukmu disaat kau benar-benar rapuh dan memerlukan pundak untuk bersandar dan sedikit mengikis beban yang ada.
Mereka ada untukmu dengan ragam yang dapat membuatmu tersenyum, walau hanya sesaat.
Mereka ada untukmu untuk mencoba mengerti apa yang kau rasakan dan menempatkannya di posisimu.

Kurang apa mereka sampai-sampai sedikitpun hatimu tak dapat menyentuh ketulusan dari segala perhatian yang diberikan, meskipun hanya segelintir yang benar-benar paham.
Apakah bebanmu seberat itu...? Hingga tak mudah untuk kau lenyapkan dari hatimu.
Apakah terlalu sakit sampai kau memilih untuk menutup rapat hatimu dan tak membiarkan orang lain masuk tanpa terkecuali...
Apakah hidupmu benar-benar diambang titik pemberhentian sehingga kau tak dapat mengerti bagaimana untuk bahagia...

Terlalu melelahkan jika dilihat dari manamun, meskipun belum tentu apa yang sebenarnya terjadi sedramatis seperti apa yang tergambar dari pancaran matamu.
Kamu bukan satu-satunya orang yang menderita, bukalah matamu dan lihatlah masih banyak orang yang sebenarnya lebih parah dari apa yang sedang kau hadapi saat ini.

Namun kembali lagi, setiap orang memiliki pertahanan yang berbeda, memiliki tujuan dan batas yang berbeda pula jadi tak bisa membandingkan sekuat apa dia berjuang dan bertahan, meskipun itu di posisi yang sama.
Cobalah untuk tetap bertahan hingga akhir, walau dengan berbagai kesakitan yang kau rasakan.
Ciptakan duniamu sendiri jika kau tak benar-benar percaya pada orang lain meskipun itu yang tulus peduli padamu.

Mungkin lukamu terlalu parah dan sulit untuk di sembuhkan, namun kau orang yang kuat dan seiring bergulirnya waktu  perlahan akan bisa menyembuhkan luka dengan sendirinya meskipun tak akan kembali seperti sedia kala.
Semua yang kau lewatu itu hanya cara untuk menempamu, membuatmu menjadi pribadi yang kuat dan tangguh hingga suatu saat nanti kau dapat menaklukan semua rasa yang bertahun mengekang dan menjadi raja penguasa di tubuhmu.
Cobalah untuk mengerti, dan berdamai dengan keadaan tanpa menyalahkan diri sendiri.
Entah siapa yang salah yang pasti semua yang terjadi sudah menjadi garis hidup yang harus kau jalani, karena apapun yang terjadi setidaknya itulah yang kau pilih, meslioun persimpangan itu tidak ada yang menguntungkan untukmu.

Dan yang perlu kau tau jika akan selalu ada seseorang yang akan memelukmu tanpa kau minta, menenangkanmu disaat kau lelah dan selalu ada untukmu kapanpun itu, yang akan selalu memperhatikanmu kapanpun itu. Dan dia ada di dirimu. (26/11/23)


12/10/2022

Bimbang

Terlalu banyak yang di korbankan hanya untuk pencarian yang pada akhirnya hanya berujung semu. Keindahan yang seperti apa yang terlihat hingga sampai menyilaukan mata dan menganggap itu tujuan terakhir. Kedamaian yang seperti apa sampai-sampai menganggap  semu adalah nyata padahal hanya hembusan angin sesaat. Ketegaran seperti apa yang di janjikan hingga mampu menutup segala kata dan hanya berpusat padanya.


Kedamaian yang tak di dapat, sakit sendiri, dan menutup segala cara untuk bisa melihat apa yang sebenarnya ada di depan mata. Ini suatu kebodohan, namun entah kenapa malah itulah yang dipilih dan menjerumuskan diri sendiri pada kata 'sendiri'. Mampu berpikir namun segera menyangkal dan tetap berpegang bahwa yang dipilih adalah kebaikan untuknya meskipun pada kenyataannya bukan.

Ini tentang hati, hati yang sudah sekarat dengan segala macam keruwetan pikiran, dan 'ingin' yang selalu mampu di bungkus rapi dalam wadah ketidak pastian. Cepatlah sadar dan lihat pada kenyataan yang sebenarnya indah meskipun tak kau inginkan. Kembali dan tinggalkan yang tidak hanya menjadi harap semu. (10.12.22)

10/05/2021

Kelam

Untuk melupakan bukanlah hal yang mudah, untuk mendapatkan pun juga tak yakin bisa.
Bertahan rasanya nenyakitkan sementara menyerah ku pun tak sanggup. Sama-sama menyakitkan dan menyiksa hati. Bagaikan hidup dalam belenggu yang mungkin saja tak di inginkan.
Inikah pilihan yang sudah dipilih, begitu banyak perjuangan dan air mata yang dipertaruhkan tapi nyatanya sama sekali tak menyentuh sisi hatimu yang begitu jauh untukku.
Janji dan keyakinan sepeti menyeretku kedalam kotak pendora.
Hati yang bertuan namun tak terjamah. Itu sangatlah menyedihkan.

Inilah kebodohan yang hakiki, bertahan dalam semu hingga membunuh prasangka yang sebenarnya nyata. (05/10/21)

6/15/2021

16 : 57

Kita bersinggah dari satu ke yang lain hanya untuk mencari arti kehidupan. Benarkan begitu...???!
Begitu banyak yang terjadi dan menanti dalam cerita perjalanan panjang.
Lelah, jelas saja tak terelakkan namun apalah kita hanya mampu terus bergerak dalam kesinambungan meskipun tak tentu apa sebenarnya yang terjadi.
Tak ada yang sia-sia, dan tak ada juga yang salah hanya saja langkah yang terkadang berbelok ataupun memutar menjadikan pemberhentian sementara terasa sedikit jauh.
Apakah kau ingat yang telah terlewati...., tidak semuanya indah namun tetap saja menjadi bumbu yang nantinya akan menjadi rasa manis di kemudian hari.
Tak banyak kata yang bisa di urai, hanya kisah yang terus bergulir akan menjadi penanda waktu yang terus bergulir.
Cerita kehidupan dan segala kebisingan akan terus saja mengikuti dimanapun kau berada, karna sejadinya dirimulah pemeran utama dan pembuat penentu langkah. (15/07/20)

5/14/2021

Lintas Masa


Jenuh, bosan, aku rindu pada alamku. Pikiran udah tak tau kemana terlalu keruh hingga sulit dipahami, ingin berteriak tapi tak ada alasan untuk bisa bersuara. Ku rindukan alamku. Mungkin jika itu dulu disaat jemu melanda tanpa pertimbangan langsung saja akan membawa abu entah nanti akan berujung dimana yang penting membuang pengat di sepanjang jalan tapi kalau sekarang rasanya itu tak mungkin. Bukan karena corona melainkan memang aku, aku enggan untuk beranjak.

Sudah beberapa tahun belakangan ini aku seperti membentuk duniaku sendiri, hampir tak ada interaksi dengan orang lain bahkan sudah tak ada komunikasi dengan teman ataupun sodara sama sekali jangankan berbalas pesan melihat acara televisi pun tidak. Tubuhku enggan beranjak, otakku tak mau berkompromi, seperti membuat benteng pertahanan dari luar dan asik dengan duniaku yang sama sekali tak tersentuh oleh orang lain - Maaf bila mengabaikan kalian. Dunia imaji yang tak bisa diterima nalar namun selalu saja meracuniku dengan berbagai cerita yang tak jarang membuat resah dan jangan ditanyakan lagi tentang keruwetan karena otakku yang terlalu liar suka berkelana menyelam diantara pikiran-pikiran yang ditemuinya, yang di inginkannya, dan yang berada di sekitarku, dimanapun otak bisa menjangkau disanalah akan berkontribusi. Seperti spon yang mencuri segala macam emosi orang-orang itu. Sakit, jelas rasanya mau pecah dan aku tak dapat mencegah bahkan memblokir segala macam hasil penyelaman tersebut.

Aku ingin kembali bermanja pada alam, ingin mengadu tentang kesakitan ini dan ingin membuang segala keruwetan isi kepalaku terlalu lelah untuk disimpan tapi ku tak bisa pergi, tak bisa beranjak karena aku bukan lagi yang dulu. Mungkin dulu bermodal bensin penuh pun jadi tapi sekarang ada beberapa hal yang mesti menjadi pertimbangan terutama kaki. Cidera beberapa kali di tempat yang sama itu sangat-sangat mengganggu terlebih ketika saat kambuh alamak rasanya.

Aku rindu alamku. Bagaimana simfoni dari daun yang merdu, bau dari tanaman liar dan tanah basah, gericik air, birunya langit lengkap dengan tarian awan, aaah semua itu serasa memanggil mendekatinya. Entah lah ya, sekarang ini hariku tak lebih dari dalam kotak, bahkan melihat langitku pun hanya di hitung dengan jari. Karena setiap melongok ke jendela, secepat itu otak merespon untuk menempatkan di masa lampau (jendela seperti gerbang pembatas dua masa) oke jujur itu bikin tenang hati, namun juga menambah 'rindu' yang sulit di artikan tentang apa yang pasti seperti ada kisah yang belum selesai. Adakah yang sudi menemaniku.... (14/05/21)

4/29/2021

Bias

Ada rasa yang tak dapat di abaikan, begitu sakit dan menyiksa. Cinta, rasa yang tak pernah sanggup terucap lewat kata, tak mampu menuntaskan segala ingin untuk tersambut. Cinta yang tak pernah usai dan tak pernah berawal. Perih ini adalah konsekuensi dari pilihan untuk mencintaimu, namun tak pernah terbayangkan sedikitpun bakal sesakit ini rasa di dalam hati.

Begitu banyak hal yang bisa menjadi penyebab kebahagiaan, namun mengapa ku pilih dirimu yang nyatanya tak mengerti ada hati yang dipertaruhkan, ada harapan yang begitu besar untuk kau mengetahuinya, tapi kembali lagi ku tak yakin karena yang ku tau kau tak mengetahuinya.

Apakah cinta memang seberat ini....???!
Apakah ada makna yang terselip untuk memulai mengukir mimpi dan kebahagiaan dalam wujud nyata....???!
Apakah masih ada pilihan untuk kembalo, meskipun ku tak ingin kembali.

Semua yang ada di dalam imajinasi, dari yang ku lihat terasa begitu indah hingga tak henti perdengarkan tawa yang begitu riang, namun itu bukan untukku.
Aku cinta sendiri dan kini tak bisa berhenti padahal semua rasa ini hanya menambah luka dan menyiksa diri namun tetap saja tak berpikir untuk berhenti.
Cinta memang rumit, dan tak bisa di tebak.
Karena cinta ini telah memilihmu. Meskipun hanya cinta sendiri.















4/09/2021

14:12

Bila melihat terpuruk mejadi kebanggaanmu, selamat kau berhasil.
Bila melihatmu terluka adalah tawamu maka lakukanlah itu.
Bila pergi adalah satu-satunya yang kau inginkan, beranjaklah.
Dan bila melupakanku menjadi sepenggal cerita masalalu yang perlu kau hindarkan tutuplah serapat-rapatnya.

Meskipun pedih menahan sakit yang tak bisa di lukiskan, hati ini selalu fasih mengingat wajahmu dan menyuarakan namamu tetap bergema. Selamat..., kau sudah berhasil memporak porandakan hatiku, menghancurkan hidupku, dan menghabisi semua mimpi dan imajinasiku.

Rasa sakit ini biarlah kutanggung sendiri tanpa perlu orang lain tau ataupun kau merasakannya, akan ku usahakan untuk menginci rapat sesak di dada agar tak sampai kepadamu.
Hancurku karna ulahku, dan karena kebodohanku yang mempercayai ketulusan dan cinta yang sejatinya sama sekali tak ku yakini itu ada untukku. Hari yang terus berganti, namun rasa sesak tak mau beranjak perih, sakit di dada seakan menjadi cambuk akan kebodohanku selama ini.
Ini menjadi konsekuensi dari pilihan, sakit karena mencintai.

Apakah memang tak boleh ada cinta di dalam jalan hidupku...???! Dan kini aku pun bingung harus mengabdikan diri pada siapa, meskipun ku tau hidupku bukan milikku namun adakah secuil cerita tentanggu dalam salah satu bab yang telah tersusun rapi..., oh ya aku lupa siapa aku, dan tak sepatutnya mengharap keajaiban untuk seseorang datang dan memberikan kebebasan itu. Maaf, aku tidak terprogram untuk itu. Aku hanya biduk catur yang akan bergeser sesuai aturnya.

Aku ingin bebas dan mengukir ceritaku sendiri. Terasa sesak dan ingin akhir dari segala sesak yang tak hentinya membelit hidupku. (09/04/21)

2/21/2021

21:48


Sekarang aku mengerti dan paham sepaham-pahamnya kenapa lebih suka membaca novel dibanding melihat drakor /drama cina padahal kalau di telaah lebih dalam kebiasaan nonton tv (dulu) yang tak kenal waktu terutama sekitaran romansa tak pernah ada bosannya tengah malam bahkan dini hari pun memilih menahan kantuk ketimbang melewatkan acara kesayangan tapi sekarang berubah, akan lebih memilih untuk menghabiskan lembaran judul novel ketimbang menyimak episode yang sering buat penasaran kelanjutannya dan semua itu karena satu hal yaitu 'gak rela'.

Ini semua gara-gara drama "go go squid". Beneran bikin baper parah, apalagi melototi lixin iiiih pelukable kan ya. Hahahhaa....
Awalnya biasa aja menikmati sampai episode terakhur sampai suatu ketika pas buka instagram (tuh kan ampe follow segala, kurang niat apa coba) banyak tu akun mengidolakan ni caple post adegan uwu yang bikin tambah sebel liatnya bahkan sampai berharap jadian iiiih ga boleh kan ya, pokoknya ga rela. Dan dari akun-akun itulah timbul rasa tidak suka, lixin ga boleh ama itu (posessive kan ya, parah).

Oke lah orang lain akan berpikiran gila, terserah tapi itulah kenyataannya dulu setiap nonton kagak akan berhenti sampai episode terakhir tapi sekarang bisa saja hanya 2 episode saja sudah ga minat lagi padahal ceritanya menarik pemainnya juga bagus. Ga tau dah padahal kalau yang lain ga ada masalah tapi khusus lixian dan soohyun kagak boleh ama sembarang cewek. "Terus bolehnya sama siapa, kamu...???!" Ya kagak lah, otakku masih waras ga ampe ekstrim gitu. Aku cuma suka ingat ya su-ka tidak lebih.

Tapi jika di lihat-lihat dan menerapkan ilmu cocokologi dari deretan cogan yang sedikit menyita memory otakku ada beberapa poin yang menuju mereka punya kesamaan, apakah itu cari saja sendiri.

Coba deh perhatikan linyi, hutian, lixian, dylan, soohyun, rangga (rangga ya bukan nico), dan dari hasil baca mangatoon mulai mengidolakan adamson (iiiih iiiih kalau komik ini mah gudangnya cogan ada 5 ornk yang menyita perhatian dan sayangnya ni komik berhenti di tengah jalan masih baca ampe 600an, padahal dari spoiler ni komik bisa sampe 900an. Tuh kan kurang banyak. Penikmat mangatoon mah pasti tau siapa itu adamson sama halnya penikmat wattpat yang banyak mengidolakan manu, rafael, mel hahahahaaa...., IG ku udah terkontaminasi ama mereka aiiiih. Jujur ga tau siapa mereka rapi suka aja liatnya lucu.(17/02/21)

2/20/2021

Abu-abu

Dulu sering aku berucap "mau jadi orang jahat aja, sudah bosan jadi baik", mungkin untuk beberapa orang akan ingat ucapan itu karena saking bosannya 'dimanfaatkan' namun kini mulai ku pertanyakan sepenggal kalimat tersebut, bahkan terpatahkan dengan pertanyaan "apakah aku ini masuk di golongan orang baik, atau malah sebaliknya...???! Baik donk ya tapi ga tau kan seperti apa sebenarnya karena yang menilai ya orang lain.

Ada pendapat yang mengatakan jika orang baik banyak yang ga suka dan ingin menjatuhkan, di sisi lain pernah juga mendengar jika orang jahat itu banyak musuhmya. Pernah dengar kan ya hal semacam itu dan akhir-akhir ini itulah yang ku cari dari dalam diriku, aku berada di pihak mana.....???! Mengapa aku bilang begitu karena aku sadar banyak orang yang ga suka, entah sebutannya orang yang ga suka atau musuh yang pasti aku pribadi ga pernah menganggap punya musuh. Bahkan aku ga pernah urus mereka meskipun tau. Mencoba nutup otak dan mata hati aja deh ya.

"Benarkah itu..." Yup, 100% benar dan bisa di percaya. Bahkan ada di antara mereka yang menginginkan aku terpuruk sejadi-jadinya.
"Wow, sampai seperti itu kah...?!" Yup. Ada yang menginginkanku sekarat pun ada.
"Mereka, berati ga cuma satu...???" Yup. Entah berapa yang pasti 3 pun lebih. Dan mereka membenci dengan cara 'kotor'.
"Kamu gapapa..." Awalnya shock tapi mau gimana lagi, semakin kesini ya mikirnya terima aja lah, memang jalannya seperti ini kan mau diapain lagi. Mau usaha gimanapun susah, karena mereka tak mudah di lawan. Hanya butuh orang pemberani, tulus, dan nekat yang bisa menolong untuk bebas tapi ya sudah lah ya super hero hanya ada di komik kan ya.
"Kamu ga sakit...???!" Apa perlu di pertanyakan lagi, jelas. Bahkan ini lebih parah banget karena secara ga langsung imbasnya bukan hanya pada diriku sendiri tapi pada orang di sekitarku juga. Mereka menyerang mental dan menutup akses untuk bergerak agar aku ga bisa berkutik, menginginkanku mengibarkan bendera putih dengan suka rela dan itu ga akan pernah terjadi sampai matipun ga akan sudi.
"Kenapa ga di lawan....???" Cukup. Aku tak mau kelewatan nantinya jadi si pahit lidah. Tanpa di sadari mereka sudah menderita dengan caranya sendiri, bahkan ada yang kejang (mati susah hidup menderita tergolek seperti mayat hidup) itu karena ulah mereka sendiri.
"Darimana bisa tau....???" Ya tau aja. Dan ini benar bukan asal fitnah ataupun nuduh. Ini nyata.
"Kenapa ga di ingatkan, atau di tegur saja siapa tau sadar..." Hahahaha...., orang yang pikirannya di butakan oleh dendam apakah bisa di ingatkan, apahak bisa sadar..... Ini bukan cerita sinetron ya. Dan aku pun sudah tak mau berurusan dengan mereka, terserah mereka mau ngapain. Tunggu saja (menunggu bulan saja seh) menjadi titik balik mereka menuai apa yang mereka perbuat bahkan sampai ke akar serabut pun akan di dapatkannya. Maaf ini bukan doa, menghakimi ataupun umpatan tapi ini benar kok aku lihat tubuh tinggal tulang berbalut kulit, ada yang terkapar di pembaringan lemah, ada yang menderita sakit berat, dan ada juga yang mentalnya kena, hidupnya ga tenang.
"Tau dari mana seh, serem gitu..." .......(senyum) segala hal tak selalu bisa di jabarkan oleh nalar dan kalaupun aku cerita belum tentu bisa di pahami, padahal ini ga ngadi ngadi. Itu yang aku lihat.


Makanya bila di tanya aku orang seperti apa, aku tak tau. Kalaupun ada yang bilang "kamu orang baik" ya memang dasarnya semua manusia adalah orang baik itu harga mati tak bisa di bantah orang lain akan memberi label seperti apa yang dilihat dan dengar. Yang bisa membuktikan orang itu baik atau tidak adalah ketika ajal menjemput, ketika mendekati hembusan nafas terakhirlah yang bisa membuktikan kualitas seseorang. Dan lihatlah jasadnya untuk terakhir, bila jeli akan terlihat kok perbedaannya bagaimana dulunya beliau menjalani hidup, mungkin untuk orang tua jaman dulu bisa membedakannya. Yang baik belum tentu baik, dan yang jahat tidak selalu jahat. Baik buruknya orang tidak bisa dilihat oleh mata ataupun dari label orang lai  karena baik itu ada di dalam hati bukan yang terlihat. Hmmmmm, udah lah ya obrolan tentang ini jangan di perpanjang masih malas menerima 'sinyal' yang melelahkan dan menguras banyak energi.(19/02/21)

05:21

Tidur yang tidak merasakan tidur, itu sudah biasa buatku. Tapi kegelisahan yang tiba-tiba datang dengan rasa perih di hati seperti sekarang ini, entah karena sebab apa terlebih tiba-tiba terseret di pemukiman seperti pedesaan yang begitu tenang. Aku menyukainya tapi tidak dengan yang kurasakan sekarang, ini di mana....??? Mengapa tiba-tiba saja otakku terseret ke tempat ini...., apa yang ingin di tunjukkan...????

Di luar langit masih gelap, mungkin mentari akan terlambat datang menyapa pagi, terlebih karena hujan semalam yang mengguyur menambah minat untuk tetap terjaga di alam mimpi, namun lihatlah otakku yang tak peduli dengan raga yang masih masih mencoba mengembalikan kualitas tidurnya agar normal kembali berkali-kali terjaga dan sekarang berakhir dengan memandangi awan kelabu dari balik jendela dengan otak yang sudah berkelana menembus dimensi waktu.

Aku belum bisa memaknai mimpi, terlebih makna yang tersirat dari sepenggal cerita yang terlihat. Otakku tidak sampe. Mungkin aku yang terlalu bodoh, atau juga terlalu polos dan tak peduli, namun jujur benar adanya bila aku sama sekali tak mengerti. Coba katakan, jangan hanya memberikan kode karena aku bukan orang yang peka (mungkin memilih mengabaikan lebih tepatnya). Hmmmmm, pagi- pagi judah dibikin ruwet pikiran(20/02/21)

:: ini gimana ceritanya menembus waktu di dua tempat berbeda (sudah seperti inti sel aja deh ah).
Cuuuus mp3 breaking the habit lah

2/14/2021

Satu Kata

Ada yang perlahan menjauh, namun perlahan ada yang lain mendekat itu sudah garisnya seperti itu. Tapi sesuatu yang menjauh terasa lebih cepat dan bertubi dibandingkan dengan yang datang yang terasa lambat dan lama memghampiri.


Lihatlah awan yang tak pernah memperlihatkan hal yang sama setiap harinya bahkan setiap detik akan berbeda, karena angin membawanya kesegala arah. Tak dapat di pastikan apa yang kita lihat, bisa baik, indah, cantik, bahkan bisa jadi hanya siluet sesaat. Hanya bisa menikmati apa yang tersaji bukan untuk berubah menjadi raja. (14/02/21)

Vio


Setiap rindu itu datang dada ini rasanya sakit. Hati serasa teriris perih. Ini bukan sesuatu yang mudah, memendam sendiri tanpa bisa di ceritakan bahkan tak ada tempat untuk pelampiasan untuk bisa melegakan hati.


Inilah konsekuensi dari pilihan yang harus di tanggung yang sebenarnya hanyalah sebuah kebodohan, ya bukankah hanya orang bodoh yang akan menyiksa diri sendiri, membiarkan diri remuk dengan sendirinya. Ini lah kebodohan paket komplit sudah tau sakit masih saja di simpan, sudah tau ingin namun tak mau berjuang. BERJUANG, benarkan tak mau berjuang..., ini juga bentuk perjuangan hanya saja karena lelah memperjuangkan dan begitu banyaknya tekanan maka memilih untuk meredam, meskipun akibatnya akan merusak dan menyakiti diri sendiri buatku itu lebih baik dibanding harus 'mengemis' pada keadaan yang tak pernah berpihak.

Sendiri berjuang. Mencoba menulikan pendengaran dari kata-kata yang ga mengenakkan, menyangkal dan menguatkan hati bahwa keyakinan ini benar meskipun kenyataannya pun berkata lain. Mereka benar, namun tetap saja menutup semua dan tetap meyakini bila ceritaku akan berujung. Walaupun pada nyatanya semua hancur, bahkan hati ini pun sudah tak berbentuk, air mata pun sudah mengering sejak hari itu. (14/02/21)

:: backsound : one day _arash ft helena

2/10/2021

00:30


Terlihat indah. Sungguh bila mata yang melihatnya akan mengatakan 'sempurna' tapi ketika mata melihat di sisi lain ada yang melihat lebih dalam dan apa yang di tangkapnya tidak seperti yang di lihatnya. Terlalu rumit untuk di jelaskan, yang pasti ada duka yang tak terlihat.

Aaaah..., ini sangat sulit bagaimana bisa ku dekat lalu memeluknya bila ia tak menceritakan apa pun, bagaimana bisa merasa sok tau padahal ia jelas-jelas berkata 'ga ada apa-apa'. Aku bukan lagi orang arogan seperti dulu, namun jengah juga bila seperti ini keadaannya.

⭐⭐⭐

Sebuah kebiasaan baru setiap pagi membuka jendela dan melihat ke sekitar, entah ke rumah tetangga ataupun hanya pada orang yang lewat dan berinteraksi satu dengan yang lainnya. Hanya melihat, aku ga tau mengapa merasa nyaman saja melihatnya namun tak jarang juga di dalam diri ini mulai terjadi pertempuran setelah tanpa ku sadari otak yang tak tau diri menyelam terlalu dalam.

Awalnya aku kira nyaman melihat aktifitas pagi tapi setelah di pikir ulang ternyata ini kebiasaan yang merumit, dimana otak tak tau diri dengan seenaknya menyelam. Bukan melihat namun me-nye-lam inilah yang sering membuat perdebatan. Malas memikirkan ada apa dengan mereka tapi otak memaksa untuk mikir dan berpikir.

Otak kiri menyeringai sementara otak kanan terus sibuk membujuk otak kiri untuk tak jahil dan mengingatkan dirinya (otak kanan) untuk bersabar tak ikut terpancing emosi. Jujur ini hal baru. Aku ga ngerti bagaimana menghadapi, terlebih mengontrolnya dan sepertinya muncul satu pihak lagi yang ada di antaranya. Ini prajurit, mentri, tabib, atau pertapa beneran tak mengenal yang bisa aku pastikan hanya ini seperti cahaya. Ga tau ini jauh atau dekat bisa juga tepat berada di antara keduanya, yang pasti aku melihat dari aku berdiri seperti cahaya putih. Aneh ya ada caraha di antara otak kanan dan otak kiri, apakah ini hasil dari perseteruan otak kanan dan otak kiri kah...??? Atau benar ada give untukku....???

Tak tau, dan tak ada satupun yang tau. (10/02/21)

2/04/2021

11:58


Seperti terasing dan di pinggirkan. Mungkin ini hanya perasaanku saja yang mulai jengah dan tak mengerti dengan keadaan yang sedang terjadi. Sudah berbagai cara mencoba membunuh semua pikiran yang mulai tak setia namun itu tidaklah mudah terlebih ada di dalam belenggu yang teramat keras menjerat.

Mungkin ini bentuk dari satu kebodohan, kemunduran otak yang mempertanyakan tanya yang jelas-jelas jawabnya ya tanya itu sendiri. Buatku ini tak mudah untuk di jalani. Tak jarang pikiran kotor menyelinap membujuk naluri untuk 'mengakhiri' semuanya. Terlalu lelah bertahan sendiri, walau bagaimanapun ku coba untuk mengerti tetap saja diri tak bisa menerimanya. Hingga perlahan memilih untuk mundur sampai pada akhirnya malah terjebak di dunia yang lebih tak kumengerti. (04/02/21)

Backsound Cinta yang diam by Difki ft ariel noah

2/03/2021

11:16


Dalam jerat kepedihan, asa sarat menjadi titik cerah untuk mengakhiri.
Hilang yang tak pernah singgah namun terus saja menjadi bayang dalam perjalanan.
Ini adalah pekat, yang tak tersentuh dan terus saja mengendap menjadi hitam dan suram.
Bagaimana menghentikan...? Entah, sang waktu pun tak mampu untuk menjawabnya.
Mungkin hanya debu yang mengerti arti dari 'sirna' di hadirkan tanpa di harapkan.
Terang hanya menjadi misteri dalam kegelapan.
Seperti hidup oleh belenggu yang terus berputar tanpa henti. (03/02/21)

2/01/2021

Terima Nasip

Beberapa hari lalu selesai buat masker lagi, tapi entah kenapa kali ini kemaruk buatnya bisa di bilang banyak. Bukan untuk di jual ya hanya untuk di pake sendiri saja seh.

Saat ini benar- benar terombang ambing oleh cuaca, entah karena keadaan atau karena badan saja yang lemah sampai kadang seharian full harus menggunakan masker padahal hanya di rumah saja kewarungpun tidak lho tapi masker sekadang ini seperti tak mau lepas dariku.

Hampir dua bulan terakhir ini alam sepertinya sedikit menunjukkan ketidak nyamanannya. Daerahku yang termasuk dataran tinggi yang cenderung panas dibanding dingin namun akhir-akhir ini malah kebalikan. Jika hujan sebentar saja datang dinginnya sudah menusuk kulit, ya sebenarnya bagus jadi adem tapi tidak bagus untuk tubuhku. Badanku sepertinya tidak mudah menyesuaikan cuaca yang terlalu cepat berubah, sebentar panas menyengat, sebentar mendung, tiba-tiba hujan ga berhenti dan jangan di tanya angin yang berhembus beeeh sudah kelewat kenceng ini mah apa lagi hujan dicampur angin pasti deh bikin menggigil.

Inilah salah satu sebab kenapa harus maskeran, ya karena hidung ga bisa kompromi. Alergi dengan cuaca yang berubah sementara suhu tubuh tidak cepat dapat menyesuaikan mungkin juga karena badan juga ga begitu fit makanya mudah saja meler dan bersin sepanjang hari. Di saat pandemi seperti ini bersin seakan menjadi hal tabu. Padahal nih ya berdekatan dengan orang lain pun mereka tidak akan ikutan bersin kok ya karen ini bukan flu tapi daripada mendengar omongan yang merahin telinga mending menghindarinya. Maka dari itu maskerlah yang jadi solusi dan jangan lupakan susu, vitamin, dan obat.

Dan karena meler ini juga lah kebiasaan lama kambuh. Kebiasaan yang mulai aku tinggalkan sejak ngekos tapi kini datang lagi bahkan bisa dibilang lebih parah dimana dalam sehari bisa minum berbagai macam minuman berwarna. Dulu seh mentok teh itupun bening, tapi sekarang sering konsumsi teh, kopi, susu, kopi mix, seruni, ah hong, bahkan minuman yang katanya bisa menghangatkan tubuh tapi nyatanya hanya berasa perasanya bisa sehari ga minum air putih setetes pun. Parahnya lagi baru bisa tidur minim jam 3an pagi dan ketika tidur pun berasa ga tidur, nah kan bisa di bayangin gimana remuknya badan kan. Saking bingungnya mensiasati sampai tidur pun harus menggunakan masker dengan tisu yang sudah di beri minyak kayu putih untuk menghangatkan hidung cuma agar tak bersin-bersin n meler terus. Aku takutnya kalau menjurus ke sinus lho Hmmmmm..., kalau seperti ini rasanya ingin benerin hidung biar mancungan dikit deh (ga deng, hehehehhe...) biar tulang hidungnya lempeng aja seh.

Kalau udah bersin wah ngalamat harus kuatin hati, kenapa gitu...., karena akan mendengar tuduhan "penyebar virus" dan di salahkan, sebenarnya mendengar itu sakit hati lho perih, tapi gimana lagi hanya bisa mendam. Malas ribut, di jelasin pun percuma pada kagak mau dengar. Selalu dan selalu begitu. Hmmmmm...., ya terima nasip saja, memang begini keadaannya gimana donk. (01/02/21)