11/18/2014

love 2 ~ Selalu Ada Cinta

" Masih banyak mas kerjaannya... "
Embun yang menghampiri suaminya yang masih asik dengan leptopnya memberikan segelas coklat panas yang diletakkannya di sudut meja agar tak tumpah ke kertas-kertas yang tak beraturan di meja.
" Tinggal dikit, sebentar lagi juga selesai. Adik kalau sudah ngantuk tidur saja dulu mas selesein ini buat rapat besok"
Wanita itu naik ke tempat tidur, merebahkan diri namun bukan untuk tidur melainkan memandangi suaminya yang masih berkutat dengan angka dan kertas-kertas di meja. Merasa diintai sang suami pun menghentika pekerjaannya dan memandang lekat ke arah istrinya.
" Jangan lihat mas seperti itu..., memangnya ada yang aneh dengan mas sampai adik melihat mas tanpa berkedip"
Tanpa mengalihkan pandangannya embun hanya tersenyum dan menjawab
"Memangnya ga boleh aku memandangi suamiku..."
"Tapi itu membuatku ga konsen bekerja istriku"
Embun hanya tertawa mendengar protes dari suaminya.
"Biarin saja, masa ada pemandangan bagus di sia-siakan..."
"Hahahhaa... Sudah jangan buat mas terbang deh"
"Sejak kapan mas punya sayap, ikut donk. Boleh ya..."
"Iya boleh, apa seh yang enggak buat istriku tercinta. Love u so sayang..."
Embun hanya tersenyum mendengar kata-kata yang bintang katakan dan mengalihkan pandangan, malu-malu hingga membuat pipinya bersemu merah.
" Sepertinya ada yang lagi malu-malu ni...."
Ujar bintang sambil mengalihkan pandangannya menuju kertas dan angka-angka yang belum selesai ia kerjakan.
"Yeeee... Siapa juga yang malu-malu, mas sok tau, udah aah mau nonton tv saja pemandangan sudah ga asik"
Embun berbalik untuk mengambil remot televisi yang ada di meja samping tempat tidur sekaligus handphone yang ada di sampingnya. Terlihat dia mulai memainkan jarinya menulis dan mengirim pesan yang baru saja ia ketik. Dan meletakkan handphonenya baru menyalakan televisi mencari acara yang menurutnya bagus.
"Hahahahhaha..."
Terdengar suara bintang tertawa dengan kerasnya, namun itu tak membuat embun mengalihkan pandangannya dari televisi.
"Ehmmm... Ehmmmm... Oh ceritanya ada yang kangen ni"
Ujar bintang tanpa mengalihkan pandangan dari pekerjaannya.
Love u to sayang
Miss u so...
Tak berapa lama suara handphone yang ada di dekat embun berbunyi, buru-buru ia meraih dan membuka pesan yang masuk.
Tak ada kata-kata yang tertulis disana hanya emotion sebuah ciuman, dan itu semakin membuat pipi embun bersemu merah. Dan tersenyum dibalik bantal yang dia dekap.

"Sayang tidur saja dulu mas selesaikan ini, sebentar lagi selesai" Bintang melihat ke arah istrinya yang lagi menatap layar televisi lalu meraih coklat hangat buatan istrinya.
"Iya, nanti saja belum ngantuk"
Bintang hanya menggeleng dan kembali berkutat dengan leptop di depannya. Bintang memilih membiarkan istrinya untuk tetap terjaga meskipun ia tau bahwa kantuk sudah menyelimuti kelopak matanya, karena seberapapun bintang menyuruhnya tidur Embun akan tetap dengan pendiriannya, keras kepala. Kebiasaan Embun yang sudah dihafalnya dan inilah yang membuat Bintang kangen dengan wanita yang kini sudah menjadi teman hidupnya.

Embun yang tadinya menatap layar televisi kini berbalik dan kembali menatap suaminya yang lagi sibuk dengan pekerjaannya. Karena kantung yang sudah tak bisa ia tahan tertidurlah embun tanpa menunggu suaminya selesai mengerjakan pekerjaannya.

Melihat Embun yang sudah tertidur, Bintang hanya tersenyum dan kembali bekerja. Hingga menginjak dini hari barulah pekerjaannya selesai. Dan bintang pun beranjak tidur sambil mendekap istrinya yang sebelumnya mengucapkan selamat tidur kepada istrinya dan mengecup keninggnya. Embun yang sedikit terusik tanpa membuka matanya tersenyum dan merapatkan tubuhnya kepada Bintang.