11/18/2014

Mencintai dan Dicintai ~ novel

"Dik sudah baca novelnya Tere Liye yang judulnya daun yang jatuh tak pernah membenci angin "
Tanyaku kepada adik sepupuku yang lagi menginap di rumah bersama temannya yang masih asik membaca koleksi novelku
"Bukunya yang gambarnya daun warna hijau ya mba. Sudah, dulu pinjam teman"
"Ceritanya bagus ya, tapi sayang akhir cerita enggak happy ending"
"Iya, aku enggak suka dengan tokoh utamanya"

Sebuah pembicaraan yang bertemakan tentang ketidak sukaan dengan tokoh pria dalam novel yang menuruti gengsi karena menyukai perempuan (Tania) yang usianya jauh lebih muda darinya, terlebih perempuan itu adalah anak kecil yang dulu di tolongnya. Rasanya geregetan, padahal Danar sebagai pria dewasa tentunya sudah paham bila Tania perempuan yang di tolongnya juga menaruh hati padanya. Namun Danar lebih memilih untuk mengubur dalam-dalam peraasaannya dan parahnya menggunakan Ratna teman kerjanya untuk tameng perasaannya. Danar yang memberikan harapan-harapan kepada Tania, namun lebih memilih ego dan gengsinya yang tinggi.

Andai Danar lebih berani pastinya di akhir cerita tak akan ada yang tersakiti, karena dari semua tokoh hanya mata hati ibu Tania lah yang peka, menyadari bila ada hubungan emosional diantara Danar dan Tania. Mata ibu tak bisa dikelabuhi, bahkan sebelum mereka berdua sadar tentang perasaan mereka masing-masing.