11/03/2014

Y.E.P ~ Pesang Singkat yang Sangat Singkat

Senin kemaren (03/11) malam menjelang larut dia sms aku. Inilah komunikasi yang terhubung kembali setelah percakapan terakhir dengannya di hari minggu akhir bulan kemaren. Sebuah percakapan yang berakhir dengan sedikit rasa gondok karena dia berubah dengan sebegitu cepatnya.
"kenapa diam.... Tidak ada kabarnya?"
"mas juga diem duluan"
"mana ada gitu. Tak sms...."
"mana ga ada sms masuk"
"Gimana kabarnya...."
"Alhamdulillah sehat, mas gimana.... ni benar mas ga seh"
"Lah kenapa emang"
"Rasanya beda.... Intonasinya seperti bukan mas deh"

Ketika menerima smsnya dalam otakku sedikit ada kebingungan, mengapa dia sms pake nomor yang seperti biasa yang dia pakai menghbubungiku bukannya sekarang sudah beda bulan dan seingatku dia terbang ke Qatar tanggal 28 Oktober. Ketika menjawab dan sand sms pun cepat terkirim tanpa harus menunggu dan anehnya mengapa dia jawabnya juga sangat cepat..... Apakah dia benar sudah berada di negara lain atau masih berada di sini...? sebuah pertanyaan yang masih menempel di otakku.

Dia bertanya mengapa aku tak mengirim kabar kepadanya. Yaa seperti pertanyaan mengapa kau tega melupakanku, tenanglah meskipun aku tak pernah mengirim pesan namun aku tak pernah melepaskanmu begitu saja, aku masih tetap temanku dan bila kau membutuhkanku aku masih ada di tempat semula. Pesan singkat, dalam pesan itu aku merasakan sosok yang sudah tak aku kenal. Seseorang dengan muka datar tanpa ekspresi, tak tau apa yang dipikirkan dan lebih menyerah kepada hidup. 

Pagi hari yang tadinya sudah ga kepikiran ketika melihat hp untuk mematikan alarm sengaja atau tidak pikiran tentang keberadaannya pun kembali terngiang-ngiang di pikiranku, karena penasaran akhirnya aku bertanya dengan salah seorang teman yang kebetulan suka bolak-balik ke luar negeri. Namun menurut temanku ini meskipun sudah berada di negara lain bisa saja sms menggunakan nomor yang sama seperti yang biasa di gunakan dan datangnya pun juga cepat seperti ketika kita sms dengan teman di kota yang berbeda, tak ada pending. Dari penjelasannya inilah penasaranku terbayar.

Anehnya ya setelah menerima sms darinya mengapa malah aku beranggapan jika dia masih berada di negara ini, meskipun penjelasan teman sudah bisa meyakinkanku. Kalaupun dia benar masih berada di sini berarti dia bohong denganku. Yaaah ga tau juga karena aku juga ga menanyakan dia sekarang ada di mana.

Oh ya ketika sms itu aku juga sempat menanyakan apakah ini (yang sms) benar dia atau bukan, karena kok aku ngerasanya bahwa yang sms adalah jiwa yang berbeda, aku ga merasakan apa-apa, hanya dingin dan sebuah jiwa yang seakan tak berpenghuni dingin dan kosong.

Ketika sore sempat aku sms dia, sekedar menanyakan dia sekarang lagi apa namun tak ada jawaban :)
Ya sudah memang membalas pesan itu adalah hak seseorang boleh di balas ataupun enggak. Ga boleh marah..., anggap saja dia lagi sibuk hingga tak bisa membalasnya. Dan ga perlu di pikir, karena kalaupun di pikir belum tentu juga dia mau kan lalu ngapain juga susah-susah. Yakini saja yang terbaik dan mendoakan yang baik-baik.