11/04/2014

Jarak

Tahukah kau?
Terkadang aku merasa amat lelah bahkan teramat lelah dengan semuanya.
Jenuh, jenuh di puncak teratas dengan rasa ini.
Tak jarang hatiku putus asa memilih ingin berhenti saja.
Aku lelah bila harus terus berlari.
Aku tahu bila aku harus tetap berlari.
Agar tak ada jeda yang terlalu jauh denganmu.
Menyamakan langkah lebar yang tak henti kau ayunkan.
Tapi, tak bisakah sejenak saja kau diam di situ?
Menungguku yang sekuat tenaga dengan seluruh asa yang tersisa menggapaimu.
Setidaknya jika kau tak ingin berhenti, sempitkanlah langkahmu.
Tolehkan wajahmu ke arahku untuk tahu keberadaanku
Kuatkan aku dengan sedikit senyum itu.
Apakah kau masih ingin aku berlari ?
Kau masih ingin aku berada di samping jejakmu?
Untukmu, walau tertatih aku masih akan tetap berlari.
Menyamakan langkah untuk meraih jemarimu.
Kumohon padamu tunjukkan isyarat bahwa aku berarti,
Isyaratkan bahwa kau masih menginginkanku disini,
Walau sekali saja, sudikah kiranya kau isyaratkan...
Atau mungkin aku akan benar- benar berhenti.
Aku lelah.. Sungguh lelah.
Aku hanya ingin berhenti, habis harapku denganmu yang semakin jauh.
Berhenti, entah untuk sejenak atau bisa jadi untuk selamanya.