"Tar klo mas udah ga dsini, ak cereweti gangguin mas gmn caranya :(
"Met pagi mas."
"Perasaan mas sekara jarang bangun malam deh, padahal dulu suka ngingetin"
Dulu dia sering emmbangunkanku jam 3 pagi untuk sholat tahajud inilah yang aku bilang dia sudah mengubahku ke arah yang lebih baik. Padahal sebelum-sebelumnya aku paling susah untuk bangunjam segitu meskipun sudah bangun belum tentu mau beranjak dari tempat tidur untuk sebentar berbicara kepada Allah.
"Bukan bangun malam tapi tidurnya malam-malam kalau sekarang"
"Kenapa gtu, iih mas bilangin ga boleh tidur maalam-malam malah mas yang ngelanggar"
"Mas banyak kerjaan sekarang. Nyusun gambar sama hitung kebutuhan material sebelum tanggal 27 harus sudah ketmu biayanya."
"Oow gtu nah tu udah kerja butuh pikiran ekstra, begadang pula, masih pake acara mau diet bisa langsung tepar lah mas. Awas ya jangan diet-diet lagi, mau gini ga mau ya udah gtu lah haruse terima apa adanya ga pake syarat."
"Belum besok tanggal 27. 28 terbang ke qatar. Besok malam InsyAlloh kelar."
"Ni kerjaan sudah selesai belum mas. Ni mas bawa kerumah ga krjannya"
"Iyah. Udah biasa kayak gini sudah 5 tahun berjalan kerja dirumah."
"Ya memang kaya gtu resiko kerjan apalagi kerjan mas memang selalu di kejar waktu. Bagaimanapun harus profesional kalau sudah dikasih tanggung jawab. Udah sarapan belum, buruan maem trus tugasnya di kerja in biar cepet selesai. Tak temeni deh, sana makan dulu. Tanggal 28 berangkat cuma liat tempat apa sudah langsung kesana, trus ga bisa cerewetin mas lagi donk"
"Nie lagi makan queker out."
"Astaga mas menyiksa bener seh, itu kan ga enk aku makan saja rasanya mau muntah. Kenapa seh mas bela-belain sampe kaya gini. Kerja cari uang itu buat nyenengin diri dulu sebelum nanti sudah rumah tangga ini malah nyiksa diri. Yang penting atur pola makan. Ya terserah deng mas yang jalani, sorry kalau ikut campur. Dulu mas ga seribet ini kenapa sekarang gini..., terlalu banyak aturan."
"Sory bukan maksud ikut campur karena juga sadar ga ada hak juga tapi tolong jangan nyiksa diri mas, jangan lakukan apa yang mas ga suka itu sama saja mas bunuh diri."
"Pakek W A aja komunikasinya"
"Ga punya"
Inilah obrolan terakhir di hari itu dan sepertinya menjadi percakapan terakhir. Aku kecewa jadi sudah enggan untuk peduli lagi dia dalam sekejab berubah. aku ga suka ketika dia selalu bilang diet, ga tau kenapa aku ga suka dalam bayanganku teringat (M) yang sangat mati-matian ingin kurus dengan menyiksa diri. Jika memang ingin kurus bukan dengan diet secara instan tapi cobalah olahraga dan atur pola makan, sedangkan ini olahraga saja tidak pernah. kalau menurutku bukan kurusnya tapi kencangnya tubuh itulah yang menurutku bagus. Aku marah mendengar 2 kali dia mengatakan diet dan sepertinya bersungguh-sungguh dengan niatnya itu, terserah lah kalau dia sudah enggak mendengarkan ucapanku toh aku juga bukan siapa-siapa dia dan tak ada gunanya juga melarang-larang jika dianya bersikukuh ingin begitu.Yah silahkan lakukan apa yang kamu anggap baik dan terbaik bagi dirimu. Sebagai teman hanya bisa menyarankan, didengar ya sukur enggak juga ga ada masalah.