10/25/2014

Y.E.P ~ Kembali Terluka 2

"Met pagi mas, gimana perkiraan cuaca hari ini apakah awan hitam menyelimuti seperti kemaren atau sudah mulai cerah.... Mau nyuci ni takutnya langsung hujan" Sebuah pesan yang aku kirim untuk menghiburnya di hari ini.
"Semarang hujannn rintik-rintik"
"Baiklah aku, depan rumah tak kasih sapu lidi yang sudah di kasih cabe sama bawang merah saja deh biar ga jadi hujan. mau cerita, keburu hilang tar"
"Cerita apa memangnya..."
"Aku maunya telepon, takut ceritaku malah melenceng penangkapan"

Satu alasan untuk mengetahui bagaimana keadaan dia yang sebenarnya. Namun ketika aku telepon ga diangkat, entah sengaja atau memang ga dengar hanya dia yang tau.

"Baiklah aku cerita disini"
"Aku kemaren sudah bicara banyak sama (A), aku ga mau mas kaya gini mas boleh sama siapa saja asal pilihan itu dari hati mas jangan mas berikan senyum pada 1 orank dan mengorbankan kebahagiaan banyak orank, yang aku maksud keluarga mas, ortu mas terutama ibu pasti ingin jagoannya sukses dan bahagia itu pasti ada dalam setiap doa beliau tiap hari trus gara-gara ini mas tega liat ortu kepikiran liat wajah murung mas, ibu fellingnya kuat. Kali ini mas egois gapapa, ini hidup mas. Ak tau ini sulit karna aku juga pernah berada di posisi ini aku diharuskan tega sama ibu-ibu. Ga perlu cari kambing hitam atau menyalahkan siapa pun tinggal mas sedikit berani. Mas ga perlu pikir aku atau yang laen rejeki sudah ada yang atur kita kerja bukan cari muka"

Ini karena kemungkinan dia dibawah pengaruh dari orang lain yang mengancam aku dan (A) akan kehilangan pekerjaan bila dia macam-macam. Menangnya (M) siapa, menang (M) dekat dengan bos tapi itu bukan dasar yang benar karena selama ini aku kerja bukan cari muka depan bos, bahkan sebisa mungkin ga berhubungan dnegan bos lebih memilih profesional kerja ketimbang JP.

"Mas boleh melarikan diri kalau perlu caranya tanya (A). Pikir masak-masak jangan ada yang tersakiti. Lebih baik sakit sebentar daripada menderita selamanya dan malah semua yang menderita."

Perlu di ingat sehari sebelumnya aku bicara dengan (A) semuanya bahkan solusi pun sudah aku bicarakan dengannya untuk disampaikan kepada (Y) karena sejak acara delcon aku sudah tak menghubunginya baik itu sms maupun telepon. Namun karena kasihan dan atas dorongan dari teman-teman yang gereged dengan kelakuan (M) malah menyarankan aku untuk maju. Oke aku sanggupi tapi setelah sampai di rumah aku ga tega, kembali lagi seperti semula cuma ingin melihat dia tersenyum kembali, melihat mimpi-mimpinya itu saja yang aku inginkan sehingga setelah sampai ke rumah aku menghubunginya untuk menjelaskan bahwa aku masih sama teman yang bisa dia andalkan, tapi aku merasakan lain, sakit yang semakin dalam melebihi ketika aku kenal dengannya pertama kali.

"Emmmmmm. Maaf terima kasih atas perhatian mu. Tapi gak tau harus gimana.... kadang aku sendiri bingung karena aku ga tega melihat semua ini."
"Kalau ga ingin buang, kubur, masukan dalam kotak pandura biar ga dibuka-buka lagi. Masa suram udah lewat lahirlah menjadi jiwa bru jgn hawatir ak tetap bantu kluar dr labirin asal mas ingin."

Aku selalu ingat kata-kata yang dia ucapkan pagi-pagi 'Kadang ingin mendekat tapi kadang juga ingin menjauh..., mengapa bisa begini...?' Lalu dia juga pernah bilang untuk tidak meninggalkannya, karena menurutnya hanya aku yang bisa mengerti dirinya. (positif thinking)

"Aku ga akan ninggalin mas ampe mas yang pergi, meskipun dalam diam, aku ingin liat senyum, mimpi-mimpi, semangat mas sepertinya indah. Tapi kalau mas lebih memilih di kubangan daripada beranjak mas sama aja ga bersyukur. Mungkin mas menganggap aku omong kosong, pencitraan biar di bilang baik terserah yang penting niatku tulus bahkan dari awal liat foto mas aku sudah niat, asal mas tau aku pernah liat sosok mas dalam potongan mimpiku "

"Maaf tadi lagi nyuci motor gak denger. Aku gak akan bisa melupakanmu dengan atas segala kebaikanmu"
"Ni lihat buktinya (tidak mengangkat telepon dariku) mas bisa kan bila mas mau dan ga menginginkan. Sekarang mas masih ragu bila mas bisa, aku saja yakin kenapa mas enggak. bila mas ga mau jalan keluarnya blokir bb, fb blokir ganti nama kalau ga matiin sementara, nope ganti kasih tau orank-orank terdekat aja. Kalau ga balas aku anggap mas marah sama aku dan ga menginginkanku lagi. Maaf bila kata-kata smsku hari ini kasar. Mas punya Allah tempat berlindung ga usah hawatir semua udah ada jalannya sendiri-sendiri aku percaya mas. Oh ya hampir kelupaan mas nepatin janji mencariku saat aku tiba-tiba menghilang makasih mas, berasa berarti :)
"mas sehat-sehat ya jaga diri baik-baik jangan lupa maem. Saat ini pikir dirimas sendiri jangan hiraukan yang lain. Aku ga yakin mas masih mau kenal aku. Makasih buat semuanya, mas hadir dalam hidupku beri perubahan yang luar biasa, mengajariku tentang kenyataan. Sekali lagi makasih buat semuanya.

"Pengen cilok. Gak ingin semua ini"
"Sini tak beliin sepuasnya sampe gerobak-geobaknya juga boleh tapi nanti kalau kurang mas yang nomboki."
"Berubahlah mas demi diri mas, demi ibu mas. Aku bantu mas berdiri, ga ninggalin janji. Ga usah hawatir semua akan baik-baik percaya sama aku. Mau ya berubah. Aku pengen liat senyum mas kaya dulu, senyum yang ga sengaja aku liat keliatan manis mata sedikit berbinar teduh, seneng liatnya"
"Ya nanti kita makan bubur ayam lagi ya"
"Hu um, mas mau pesen berapa mangko"
"2 tapi jangan yang jamur cuman dikit doanx"
"Hahahaha, 2 mangkok ga kurang...kalau mau yang banyak pesen yang komplet saja gimana"
"Kenangan yang indah"
"Ayo maen kesini lagi"
"Iya semoga masih bisa"
"Aamiin."
"Mas percaya sama aku ga. Kalau percaya aku pengen mas berubah. Mas kaya gini aku juga ngerasain apa yang mas rasain, kaya mas ngerasain aku kalau lagi ga karuan aku tau mas bisa rasain kok. Iya kan ayo ngaku"

"Kemaren (M) ngomong apa"
Cerita lihat disini

"Dia cuma bbm pas kamis malam, bahas ak pasang sattus yang blakangnya pending mas padhal tu aku gi bbm-an sama teman dia tiba-tiba saja nyapa nanya apa aku jadian sama mas ya aku tanya balik kenapa emang, dia bilang 2 hari lalu dia bbm (S) katanya setelah mutusin ga deketin (S) mas merasakan sesuatu trus hubungi (S) lagi niat mau penjajakan, katanya hari ini mas mau ketemu ortunya (S). Ya kaya alim gitu sok hawatir katanya kalau aku masih hubungan (S) mau di suruh mundur. Intinya gtu tanya (A) udah baca bbm"
"Mana ada hari ini aku molor dikasur kalau gak percaya coba nanti setiap menitt cek aja. Sumpah demi Alloh hari ini aku tidak ketemu sama (S) yang seperti (M) bilang"
"Aku tau (M) gimana dan aku dikit-dikit juga tau sifat (S) meskipun cuma liat foto sama denger crita. Maka dari itu aku ga mau mas terjatuh lebih dalam bagamanapun nantinya pasti ada yang tersakiti dan aku yakin itu mas, aku ga mau itu. Sampe kapanpun (S) ga bakal lepasin mas makanya aku bilang blokir itu jalan keluarnya masih untung dia ga tau rumah dan kantor mas biss kaya di kejar setan wes to percaya ak"

"Coba mas nurut bedain nanti hati mas agak adem (tenang). Kan (M) yang bilang aku juga ga jawab apa-apa. Iya percaya. Masalah (A) jangan hawatir tar kalau di panggil (M) tinggal delcon mas trus bilang klo hubungan sudah renggang jarang sms/telepon. Kalau aku, dia ga berani macam-macam masalahnya aku pendiem ga urusan aama dia juga. Main cantik aja mas. Iyah... Percaya deh aku pernah juga blokir-blokir dan ganti nope dulu yang dorong aku bapak awalnya juga ragu tapi setelahnya kaya habis jalan jauh dapat es teh. Legaaa...."