11/06/2014

Y.E.P ~ Feeling

Setelah kemaren dia sms meskipun masih agak sedikit penasaran dengan keberadaannya namun aku masih bisa bendung dan penasarannya juga ga begitu ekstrim hinggasetelah mencoba peruntungan dnegan mengirimkan pesan singkat di sore hari setelah itu sudah ga kepikiran apa-apa lagi. Namun ternyata perkiraanku salah ketika malam dikala tidur malamku, aku tak merasakan tidur dengan pulas. Tidurku gelisah, mungkin karena hujan malam ini yang datang dengan cukup derasnya bersama angin yang ikut serta bersamanya mungkin saja begitu namun ddi tengah kegelisahanku aku seperti melihat dia denganwajah datar tanpa ekspresi, pandangan mata yang kosong dan tak berdaya. Tak mampu melihatnya, hanya diam membisu dengan mata yang memandang lekat kepadaku namun tak ada ekspresi disana.

Dari diamnya dan dari sorot mata bekunya yang menatap lekat ke arahku tanpa berkedip seakan meminta pertolongan tapi aku ga ngerti tolong apa yang dia maksudkan. Apakah ini pertanda kalau aku tanpa disadari masih memilirkannya atau memang dia datang untuk meminta tolong..., tapi tolong apa,,,? apa yang bisa aku bantu untuknya sedangkan aku tak tau apa yang terjadi dengannya. Semoga dia baik-baik saja. Sedikit banyak mimpi ya entah mimpi atau insting aku tak tau yang pasti gambaran wajah beku tanpa ekspresi, kosong dan terlihat tak berdaya selalu membayangiku seharian ini.

Karena bingung aku pun cerita kepada (A) yang juga mengenalnya. Awalnya aku bertanya keberadaannya meskipun dia agak ragu namun dia mengatakan kalau dia masih disini entah jadi berangkat atau dia hanya bohong tentang kepindahannya, lalu aku ceritakan semua keanehan dan kejanggalanku padanya, responnya hanya dikit mungkin karena aku juga jarang ngobrol dengnnya kali sehingga dia juga sedikit sungkan. (A) hanya menyarankan untuk meneleponnya namun aku ga mau, karena katanya (A) bbm juga ga merespon terkadang pagi bbm sore dibals dengan emoltion saja tanpa penjelasan apa pun.

Masih bingung apa yang harus aku perbuat lalu aku minta pendapat teman dan menanyakan juga ideku dan ia pun menyetujui untukku meneleponnya kalaupun ga diangkat dan ga ada respon lanjutan itu tandanya bahwa aku sudah tak boleh mempedulikannya. Tak sampai di situ masih berpikir dan aku juga menanyakan juga menceritakan masalah ini kepada temanku yang lain

Cerita lihat disini

Keesokan harinya temanku menanyakan masalah sms yang aku kirim kepadanya.
"Gimana sudah dibalas sms mu non? Kondisine sama ga sama feelingmu"
"Enggak di bales dan aku juga ga ngarep balesan. Terserah mau baik apa enggak yang penting sudah tak sampaikan, smsku sampai apa enggak ya ga tak aku pikir"
"Ya sudah...sori sori"
"Sorry kenapa mas"
"La aku nanya kui.....kok trus ngamuk bahasamu..."
"Hahahahhaaa...."
"Belum pernah aku membaca tulisanmu seperti itu hehehhe..."
"Ga ngamuk cuma memberitahu saja. Sudah ga peduli maksudnya"
"Wooow....salah tangkap aku."
"Hahahahahaaa...."

Ya memang benar aku sudah enggak peduli karena dia sudah berkali-kali bohong dan aku ga suka di bohongi. Selama ini aku selalu jujur berkata apa adanya padanya namun beberapa kali dia sudah mencoba mempermainkan kata dan berkata ga jujur padaku. Mungkin dia ga menyadari jika kebohongan akan menciptakan kebohongan-kebohongan yang lain. Tak masalah, saat ini aku masih memiliki banyak teman yang benar-benar ingin bangkit dan bisa menghargai aku. Aku juga menganggapnya sudah bisa berdiri bahkan mungkin berlari dan pulih 100% dan tak membutuhkanku lagi. Baiklah kejarlah cita cintamu teman :)