Waktu itu kamu tiba-tiba pergi begitu saja hanya karena kesalah pahaman, walaupun semua permasalahan sudah teratasi namun keadaan tak bisa kembali seperti semula. Dan perlahan kita sama-sama membuat jarak hingga tanpa disadari masing-masing dari kita perlahan membuat jarak dan membangun benteng pertahanan, entahlah itu untuk apa namun yang aku rasakan seketika kita menjadi orang asing. Terlebih ketika tak ada lagi kata sepakat dari permasalahan yang sedang kita bicarakan seperti biasanya. Pergi begitu saja dengan pembahasan yang masih menggantung. Mungkin lelah....
Jarak semakin membentang lebar dan tembok pembatas pun sudah terbangaun dengan kokohnya lalu apa yang kita lakukan....???! Kita menjadi orang asing. Tanpa sapa, tanpa peduli bahkan saling cuek dengan semua yang terjadi meskipun tangan masih saling menggenggam hanya kebisuan yang tercipta. kita saling memperhatikan dari kejauhan tanpa ingin yang lainnya tau bahkan menyadari bahwa sedang memperhatikan seseorang yang sebenarnya ingin disapanya.
Entah siapa yang memulai namun selama tiada tegur sapa, tak melihat bayangan yang seharusnya ada di depan ada kegelisahan disini, ya benar disini di dalam hati yang merindukan saat-saat indah bersama dimana ada keceriaan, selalu terdengar tawa bahkan teriakan-teriakan yang malah terlihat lucu ketimbang menakutkan tapi itu semua kini seperti bayang semu.
Kau pergi, ya kau melangkahkan kaki dari tempat itu. Tempat dimana sering kita habiskan waktu bersama hanya untuk melepas lelah atau melepas rindu yang bergemuruh. Maaf bila saat itu aku membiarkanmu melangkah, tak mencoba mencegah atau memohon untukmu tetap disini. Bukan karena bosan atau beribu alasan lain seperti yang hinggap di otakmu, aku tak mencegahku karena tak ingin terlihat egois. Aku ingin melihatmu terbang tinggi diantara awan-awan yang sering aku banggakan karena disanalah kau bisa tertawa lepas mengerti arti bahagia yang sebenarnya bukan disini, di tempat sekarang aku berdiri.
Sepertinya kau sudah memiliki duniamu sendiri, dunia baru yang penuh dengan deretan rencana indah. Syukurlah bila itu benar adanya, aku turut berbahagia untuk semuanya. Terkadang ada keinginan untuk menyapa atau sekedar berbagi cerita namun saat itu terjadi bukan sebuah kebebasan yang aku rasakan tapi hanya kata klise, yah memang ga penting terlebih itu hanya cerita kacangan yang seharusnya ga aku bagi karena hanya akan membuang waktu berharga seseorang lebih dari sekedar cerita konyol seperti itu. Aku paham begitu mengerti bahwa semua tak lagi sama, tak ada lagi yang sama. Aku, kamu dan semua yang sudah terjadi tak ada lagi yang sama, yang sama hanya suara denting waktu bukan detik yang terus berputar.
Waktu tak bisa kembali namun waktu bisa memperbaiki apa yang salah. Dan ketika tersadar bahwa selama ini hanya menyakiti diri sendiri dengan diam. Seperti memeluk bayang ditengah malam tanpa cahaya, hampa dan kosong. Memilih untuk mematahkan rasa ingin dengan alasan yang sebenarnya itu hanya sebuah ilusi dari pemikiran yang sebenarnya tak ada. Bercerita kepada malam tentang masa-masa indah itu, bersuara kepada bintang malam dan melebur bersama derasnya hujan yang datang membasuh bumi. Apa yang bisa dilihat di dalam gelap, di dengar bila hanya bungkam. Aaaah terkadang semua ini sulit dipahami terlebih untuk bisa mengerti lebih jauh tentang pekatnya malam yang menjadi sobat yang terhebat.
Dan ketika kesadaran itu datang bahwa kita ada untuk bersama, perlahan mulai berbalik arah untuk memperkecil jarak merobohkan dinding penghalang agar bisa melihat dengan jelas tanpa ada lagi pembatas yang menghalangi setiap sudut arah pandangan kita. Masih berpedoman dengan tujuan yang sama aku, kamu kita mencoba kembali ke jalur yang seharusnya. Memang tak mudah untuk menyatukan perbedaan namun dengan perbedaan itulah aku merasakan kehadiranmu, walau tak sama namun kita bisa membuat cerita baru, kisah yang lebih indah dan lebih terlihat nyata sampai-sampai semua orang akan terbelalak disaat menyadarinya. Berharap cerita ini tak akan pernah berakhir sampai kapanpun akan selalu indah dengan berbagai macam keindahan yang tanpa perlu direkasasa karena memang beginilah adanya. (14/09)
★Ell