Bila yang kamu inginkan maaf aku berikan sebesar yang kamu minta meskipun aku sendiri ga mengerti itu maaf untuk apa. Kesalahan apa yang sudah terjadi sungguh aku ga mengerti.
Jika sapa malam ini hanya untuk ini, lalu mengapa ada...
Aaah sudahlah bukankah berkali-kali kau ucapkan bahwa aku harus bisa mandiri, harus bisa menyelesaikan semuanya sendiri oke lah tapi suatu saat nanti jika aku sudah tak membutuhkan siapa pun untuk membantuku menyelesaikan permasalahan yang ada atau untuk sekedar berbagi cerita jangan salahkan keadaan.
Ya aku lemah, aku ga bisa mandiri, hanya bisa menyusahkan orang lain bahkan terlalu tergantung orang lain. Hanya seorang perempuan yang sukanya meminjam bahu orang lain untuk bersandar, meminjam tangan orang lain untuk berpegangan ya itu benar dan bila itu memberatkanmu, semua itu menjari bebanmu mengapa tak kau katakan sejak awal dan bila itu hal yang ga kamu sukai maap akan aku coba berdiri sendiri bagaimana keadaanku. Bisakah kau pura-pura tak melihat, berpura-pura tak mendengar dan bersikaplah acuh untuk semua yang terjadi padaku. Biarkan sakit ini mengkristal, air mata yang masih mengalir perlahan akan menguap oleh sinar matahari hingga menjadi kering sampai tak tersisa setetespun di sudut mataku.
Dan ketika semua itu benar terjadi jangan salahkan jika hati ini pun berubah menjadi batu hingga tak terasa sakit meski darah mengalir tanpa henti, walaupun hati sudah penuh luka bahkan tak berbentuk lagi dengan banyaknya lubang disana. Aku kuat, ga akan menyusahkan siapa pun termasuk kamu. Dan jangan salahkan keadaan jangan.... jangan pernah. (14/09)
★Ell