11/08/2014

Y.E.P ~ Potongan Puzzle Kedua

Kemarin aku mendapat laporan jika dia mau kesini, katanya ada acara nikahan bosnya. Mungkin reaksiku sedikit berlebihan karena aku melihat sedikit kekecewaan dari teman yang memberi kabar kepadaku karena setelah memberi tahu aku langsung menyahut sudah ga mau tahu tentangnya. Ya memang terlihat kejam namun itu sepertinya yang terbaik.

Aku merasa jika smsku yang hari selasa tak dibacanya, ada seseorang yang membaca lalu menghapusnya. Aku ga tau mengapa ada pikiran seperti itu tapi seringnya feelingku benar. Seperti ini, dulu ketika awal-awal kasus (Y) ketika aku cerita dengan teman kerjaku aku pernah berkata bahwa dia akan kesini lagi (menginjakkan kaki di kotaku) waktu itu aku bilang itu dia sudah pernah bilang jika akhir bulan sudah terbang. Namun entah mengapa keyakinanku berkata begitu, tidak hanya saat itu sebelum mengenalnya pun sebenarnya ada potongan puzzle yang aku lihat, aku ga melihat wajahnya namun yang aku ingat saat itu aku mengatakan tidak. Memang dalam potongan puzzle ada juga wajah bapak disana dan dia pun berlalu pergi namun tak ada kata-kata perpisahan ataupun sekeder basa-basi berpamitan, ia pergi begitu saja tanpa menoleh dan aku juga tak melihat kesedihan sepeninggalnya malah ada sedikit kelegaan. Setelah itu ga ada cerita dalam mimpi sampai hari senin dia mengirim pesan padaku dan dihari berikutnya aku melihat wajah bekunya dalam bayang tidurku.

Pagi ini temanku mengabarkan kalau dia datang namun tak sendiri dia bersama (S), ya gapapa bukannya sudah wajar kan mereka kan pacaran. Dan itu tandanya dia memang sudah bisa berdiri dan dengan begitu tugasku sudah selesai demikian juga dengan cerita yang aku tulis disini berakhir sampai disini. Aku sudah ga akan ikut campur, bukannya ingin mendahului Tuhan namun sepertinya sekelumit cerita mereka kedepannya seperti apa aku sudah tau, namun tak akan aku urai disini biarkan ini untuk diriku saja. Bila dia baik padaku aku juga akan baik, jika ga mau kenal juga ga ada masalah toh dulu ga kenal sekarang ga kenal juga ga kenapa-kenapa kan. Lagian dia juga sudah tidak jujur, terlalu banyak kebohongan untuk menutupi kebohongan yang lain.

Saat ini pun aku tau keadaan hati mereka, tapi sudahlah itu urusan mereka biar waktu yang menterjemahkan karena ini sudah bukan kuasaku. Inilah akhir kisah yang bisa aku tulis, karena bosan juga bicarain mereka dan tunggu cerita yang lebih seru dan lebih menantang selanjutnya. 

NB
Ketika kasusnya masih panas aku sempat mendapat cerita bila (M) memang sangat antusias menjodohkan (Y) dengan (S) dan tak tau apa motif di balik semua itu namun yang aku dengar setelah (A) dipanggil untuk yang kedua kali memastikan bila aku sudah di delcon atas permintaan (M) yang disampaikan (S) kepada (Y) dan (Y) meng 'iyakan' sempat (M) mengatakan meminta bagian kepada (A) yang katanyan ketika kita main di Bandungan daerah ungaran (M) tau dan menuduh (A) mendapat uang dan karena itulah (M) meminta bagian, padahal (Y) hanya memberi uang jajan kepada anak-anak (A), karena takutnya sampai (A) bilang nanti biar aku mintain uangnya yang dikasih untuk anaknya, bahkan power bank yang dikasih (Y) kebetulan aku, (A) dan kakak (A) dikasih satu-satu pun ingin diminta juga. Hadaaaah sampai segitunya ya padahal bila pamer gaji suaminya saja sudah lebih-lebih dan dia juga gajinya bisa dibilang gede belum juga bisnis MLM nya yang katanya maju pesat tapi uang anak kecil saja masih ingin diminta. Dan ketika di awal-awal (A) juga disuruh untuk menawarkan dagangannya kepada (Y) dan memaksanya untuk membeli namun setelah mendapat sakit hati (A) pun akhirnya tak mengijinkan (Y) membeli. Sangat rumit ya ceritanya, antara satu dengan yang lainnya ga ada yang beres semuanya ada modus di belakangnya. Dan yang paling seru ketika (Y) kerumah dan sama sekali ga diajak ngobrol bapak, jangankan di tanya di lirikpun enggak dan kini aku sudah tau alasannya. Makasih Bapak, memang orang tua lebih jeli dalam melihat :)

** SELESAI **