10/24/2014

Y.E.P ~ Obrolan Warung Kopi 4

"Yang penting keputusanmu jangan sampe terpengaruh orang laen non.. ini urusan hati non...yang bisa memutuskan ya dirimu sendiri"
"Tenang aku masih bisa jaga hatiku, aku ngorek-ngorek gini cuma penasaran masalahnya menurutku baru pertama kali nemuin kasus kaya gini makannya ingin ngupas satu-satu biar bisa jadi acuan"
"Berarti mbak e kan bisa memperjuangkkan.. jika sampe bertahan bukan mas e"
"Maksudnya gimana...."
"Gini tak tanya balik...pengen diperjuangkan satu pihak po diperjuangkan berdua?"
"Siapa merjuangkan siapa...."
"Maksutnya...hubungan ki mesti diperjuangkan satu pihak apa berdua"
"Yang bener 2 pihak saling perjuangkan lah mas"
"La ini sudah satu pemikiran to"
"Satu pemikiran gimana.... Tapi menurutmu emang mereka sudah bisa saling merjuangin"
"Maksutnya pikiranmu sama pikiranku sudah sama keduanya saling mempeejuangkan"
"Maksudnya apa si cowok sudah benar-banar milih ni cewek apa cuma keyakinan semu trus apa si cewek juga bisa pertahanin si cowok. Bukan hanya ingin dari sebuah tuntutan kehidupan..."
"Yen menurutku baru mbak e tok sing berani memperjuangkan"

Mungkin si cewek memperjuangkan karena tuntutan umur dan mumpung ada yang mendekat apa lagi si cowok juga sudah mapan malah bisa dibilang lebih dari cukup. begitu ga seh, apakah pemikiran kita sama.....

"Woooo...Katanya tadi sudah keduanya sekarang beda lagi"
"Kok aku mikirnya si cewek memperjuangkan gara-gara sudah umur dan mumpung ada cowok yang mendekat ya. Aku kok malah kasihan sama si cewek ya"
"Cowok e belum berani itu non...kalau mbak e yang mati matian ...entah apa alasane. Menurutmu,....Siapa yang bilang dua-duanya... Aku bilang mbake saja kok"
"Yo menurutku itu tadi umur dan mumpung ada yang mau terlebih mungkin si cewek merasa cowoknya orank kaya. Gimana mas menurutmu"

"Pendaptku sing endi...hubunganmu sama mas e kui?"
"Nah kan ini antara mereka ber dua sudah ga melibatkan aku. Kan aku udah di bahas di depan sekarang giliran bahas mereka"
"Gak usah dibahas no yen mereka..."