"Sekarang masih suka ga dirimu? kalau masih suka ya dipertahanke. Ambil keputusan sendiri jangan terpengaruh orang luar...anggap saja omongan orang sebagai masukan ga lebih"
"Kan sudah aku bilang kalau dari awal ga bener-bener suka. Jika aku menjauh menurutmu salah ga mas...."
"Woooww sakit dirimu non... "
"Sakit gimana..."
"Ya sudah bener itu...buat apa dipertahanke jika gak ada rasa suka. La itu kasih harapan palsu"
"Siapa yang di php in...."
"Mas mu to...."
"Ya mungkin, aku saja bingung kok ya ada yangs eperti itu. Tak kirain lugu, tampange iba tapi kelakuane tebar pesona sama banyak cewek. Kaya haus kasih sayang lah"
"Hehhe tampang kelakuan bisa dibuat non"
"Mentang-mentang kaya kali ya berpikir semua cewek mudah ditaklukin. Tapi jika liat matannya sih kliatan licik"
"Waduh... Cara berpikir aneh"
"Lha kenyataannya awal-awal pas hpku di telepon 20 mnt mati aku bilang hp sudah tua dia langsung bilang mau beliin kok. Tapi selama kenal aku ga pernah sepeserpun kasih sama aku lha wong bensin saja aku usaha bayar sendiri, kemaren pas dia telepon kok sepi ga ada sms aku bilang masa aktif kartuku habis langsung mau di isi in aku ga mau."
"Wehhh ngumbar kekayaan barang to kui"
"Kasih perhatian balik non"
"Dia ga bisa sekecil apa pun mamerke doit-doit'e sama aku. Pas pergi bareng-bareng ki lho nganti istri (A) bilang tas'e colong ae yo mba, katanya pas bayar maem tau doit'e sak gepok aku ga ngeliati dan ga coba untuk tau. Ada lagi yang bilang kalau ga kenal ki lho tasnya sudah aku jambret bawa kabur segala kok. Kasih perhatian balik gimana..."
"Kan dia bisanya suka beliin ayam aduan tapi ga di suruh kirim. dia kan anak orank kaya punya kedudukan pula wes ga gumun mas. Eh maksud'e apa ya kasaih perhatian balik ki"
"Ya mungkin dia merasa bisa nyaman sama kamu lalu kasih bonus hehhehe.... Ngeri ki orange non apa-apa kasih barang dan uang"
"Hu um kalau masalah uang dia ga eman mas. Lha wong katane pernah ada cewek yang biasa di tranferi pas di tanya gapapa kasihan hitung-hitung menolong. Kok malah dirimu koyo berubah penilaian ngono mas"
"Bener to berati aku yen dia bukan playboy entesan. Berubah penilaian piye...cuma intermesso saja."
"Kalau menurutku kan dia orank pondokan, pastinya pengen cari cewe yang islami itu ada di si cewek trus masalah playboy aku kok mikirnya sudah lama ga kenal cewek jadi kaya kalap. Tapi apakah menurutmu dia benar-benar serius sama tu cewek"
"Gak mungkin serius...kalau ada peluang deket sama cewek lagi yo disikat neh kok. Lulusan pondok gak ada jaminan cari cewek sing islami non. Iki aku punya temen lulusan pondok yo tabiate sama seperti aku ...ra ngalahke anak jalanan. Ehh aku nanya, berubah penilaianku kok bedo ki sing endi"
"Oh yo aku ingat pernah (A) bilang kalau (Y) ga benar-benar suka sama (S) salah 1 alasane perbedaan umurnya lebih 5 tahun tua yang (S). Tapi kenapa sekarang tiba-tiba mau, sampe berani delcon cuma mau pasang DP doank. Menurutmu gimana..."
"Kalau berani pasang DP kan berarti sudah butuh pengakuan sama orang sing dikenal"
"Lha ya makan dari itu"
"Tahu maksutnya..."
"Enggak"
"Woww...secara tidak langsung dia pengen nunjukan kalau cewek e ki ya yang ada di DP ne kui bukan yang laen"
"Lha ya berati kan udah bener-bener siap kan"
"Iyaaa...wong wes wani pamer kok"
"Apa cuma gaya-gayaan nenangin tu cewek. Sekarang dia udah berani pasang DP berdua, mau ke rumah, delcon cewek-cewek di listnya apa itu tanda perubahan dia ato ada maksud laen..."
"Yang jelas kan.. Dia pengen menyembunyikan sesuatu dari cewek-cewek yang penah didekati dan mau didekati"
"Ya sebenere ga terbuka seh lha wong pasang pake acara delcon aku sek kok. Tapi menurutmu dia serius sama ni cewek"
"Gak...bakalan serius sama cewek-cewek yang dia dekati..."
"Kenapa bisa mikir gitu mas