6/25/2015

Bukan Tujuan Akhir


Aku sadar bukan jarak yang memisahkan kita tapi waktu. selamat malam untuk hati yang kosong. Bukan benci untuk kasih yang hanya sepenggal jalan.

Dulu kita pernah sejalan tapi tidak setujuan. kita pernah baik dan sampai kini juga masih baik meski hanya dalam diam dan mengenang walau hanya aku yang mengenang dan terkenang.

Jangan ada benci dengan semua yang sudah terjadi, mungkin kisah ini hanya sebuah persinggahan sementara ketika lelah mendera ditengah perjalanan yang memungkinkanmu mengetuk pintu sekedar menghalau lelah lalu pergi lagi. Bukan tujuan akhir juga bukan separuh hati yang menjadi kita.

Tak juga membencinya karena memang aku yang berada diantara kalian meskipun hanya masa lalu yang masih tertinggal dan tak dapat tertinggal. 

Andai ungkapku sekarang masih bisa kau dengar dan kita masih bisa saling menyapa meski harus mengabaikan rasa yang telah pudar walau itu kurasa sulit untukku kurasa begitu juga denganmu....

Ucapku memang tak sehangat pelukan, tapi ketulusan selalu hadir menyapa mendekap kasih yang tak berkesudahan. Namun aku tak pernah lelah jika ungkapan ini memang cuma satu-satunya cara untuk memelukmu, meskipun hanya sebatas kata dalam setiap bait kata yang kutulis tertuju padamu. Entah kau merasakannya atau tidak aku yang tak pernah lelah memanggilmu dalam kerinduan ini.

Dan untuk saat ini memejamkan mata lalu menghadirkanmu di dunia imajinasiku adalah caraku meredakan kerinduan. Aku rindu percakapan kecil kita yang kini tak pernah lagi terdengar.


★Ell