6/29/2015

Pemancar Sinyal Yang Kuat

Tadi siang ketika lagi ngobrol membahas tentang bingkisan lebaran, entah darimana datangnya ketika salah seorang dari kami berbicara seakan aku menangkap bahasa hatinya. Bukan lagi merasakan namun juga melihat dengan jelas apa yang di pikirkan dan dirasakan. Menangkap gejolak hatinya saat itu.

Apa yang di ucapkan dan yang terpendam di hati ga sama, dia menyembunyikan banyak hal. Dan yang dikatakan tak semuanya benar malah kadang bertolak belakang dengan perasaannya. Ya bukan hanya satu orang ini yang aku tangkap "bahasa kalbunya" tapi juga beberapa orang yang ada disana bahkan aku juga mendengar yang tak terucap, mungkin mereka bergumam dengan dirinya sendiri namun sepertinya terlalu keras hingga otakku pun bisa menangkap apa yang di ucapkannya. Apakah seperti ini namanya membaca hati...?!

Bukan hanya kali ini, aku merasakan hal seperti ini pertama kali ketika aku bercerita dengan seseorang tentang yang terjadi pada diriku. Dalam artian proses yang sudah aku jalani dan beberapa kejadian yang tak mengenakkan lalu di tengah pembicaraan seperti melihat sesuatu yang sebenarnya sangatlah rahasia dan terlalu rapat di tutupi "perasaan".

Masih mencoba memahami dan berproses untuk menemukan formula yang pas demi sebuah hasil nyata. Terbiasa karena biasa, tahu karena mencoba tahu dan bisa karena pengulangan. Jangan berhenti berproses dan jangan kibarkan bendera putih walaupun terdesak karena selalu ada celah kecil yang memberi angin segar untuk mendapat sesuatu yang besar. (29/06)