10/24/2014

Y.E.P ~ obrolan Warung Kopi 3

"Tapi menurutmu dia serius sama ni cewek..."
"Gak...bakalan serius sama cewek-cewek yang dia dekati..."
"Kenapa bisa mikir gitu mas..."
"Bisa bertahan tapi jika yang ngejar mbak e sampai pernikahan pasti ada yang menderita..."
"Yakin ni cowok bisa bertahan ga nyabang-nyabang lagi"
"Sebentar...yang memderita mbake... ditinggal nyabang... jika mau diduakan jika gak ya tetap putus ditengah pernikahan"
"Nyabang itu tabiat (kebiasaan) kok"
"Dirimu yakin mas bisa bertahan sampe pernikahan. Kok aku liatnya ga bertahan lama ya. Kalau pun bisa lama itu juga ceweknya yang mengkesampingkan sakit hatinya"
"Cewek lebih tangguh lo non...jika urusan hati'
"Iya tau...." sepertinya kata-kata barusan memberi sedikit semangat untukku.
"Tapi apakah ni cewek masuk kategori itu. Kan orank beda-beda mas. Coba mas liat lagi fotonya deh"
"Aku bilang kan nekat apa lagi seperti cowoknya. Masuk to...motivasi ne kan gak tau kita"
"Aku kok liate si cowok semu ya, kaya masih labil. Ceweknya sudah mantep tapi cowoknya enggak. Nikah juga ga hanya urusan 2 orank saja lho mas tapi keluarga besar. Orank tua pasti bisa menilai meski hanya sekilas"
"Orang tua pasti luluh non..."
"Enggak"
"Kan yen belum jadi keluarga kita bisa baik baik dulu haahaha"
"Bapakku orange ga gitu, akan ada kalimat yang di ucapkan penuh arti. Orang tua bisa lihat dari pertama lho mas. Dulu pernah ada cowok maen tempatku sampe mau di usir, ada juga yang bapak tanya-tanya. tapi si cowok ini pas ke rumah ama sekali ga di ajak ngobrol, di liat saja enggak malah milih nonton sinetron"
"Jare hubungan mereka...laen jika hubungan sama dirimu."

Uuups iya yaa ini bahas mereka bukan aku, hehehehhe.....kebawa ya anggap saja menjadi pertimbangan jika ingin emngambil keputusan harus melibatkan orang tua biar langkah-langkah kedepannya lebih mudah dan lancar.

"Maksudnya gimana...."
"Kalau si anak nekat ortu mau bilang apa"
"Kan ini kutipan sebagai pertimbangan aja. Emang berani ya nekat, bikin hidup ga rido restu ortu bikin jalan ringan mas. Tapi ga tau juga pendapat yang lain kalau aku gtu"
"Banyak contoh to ws an"
"Beda kalo semua tahu diri pasti ada yang mundur"
"Berati menurut dirimu mereka bisa sampe nikah ni"
"La masih cabang cabang gitu kok"
"Cabang-cabang gimana 
"Udah mas nyantai saja sepertinya ngomong saja biar aku sekalian belajar"
"Kalau ceweknya yang nekat mendekati pun pasti dia berpikinya.. halah yang butuh sapa wong bukan aku kok"
"Lalu apa cewek akan diam aja, tadi kan bilangnya si cew tipe ngejar"
"Makannya itu aku bilang dia jika punya kesempatan laen pasti meninggalkan mbak e kui"
"Tapi apakah bisa lha sepertinya ceweknya ngebet kok...