10/23/2014

Y.E.P ~ playboy

Dari awal aku sudah tidak sepenuhnya percaya dengannya ada sesuatu yang dia cari. Berkenalan dengan banyak perempuan dan mengumbar kata sayang pada semuanya, tak hanya itu dia juga menjanjikan hal-hal yang indah untuk semuanya.

Tak tau harus bagaimana lagi, awalnya kasihan ingin membantunya untuk bisa tersenyum lagi namun semakin lama aku merasakan hanya aku yang berjuang sedangkan dia dengan santainya menikmati kenyamanan yang aku suguhkan dan mengumbar kemesraan pada entah berapa banyak perempuan yang ada dalam daftar list-nya.

Ini bukan wewenangku dan aku juga bukan bermaksud untuk mencampuri urusannya namun aku tak bisa membiarkan hal semacam ini terus menerus berlangsung, aku harus berbuat sesuatu karena harus ada satu orang yang berani "menamparnya dengan keras" agar dia sadar bahwa perbuatannya mempermainhan hati banyak perempuan itu salah.

Siapkan amunisi dan aku akan mulai berperang, sebodo amat nantinya dia masih mau mengaku aku temannya atau enggak yang penting aku tidak suka dia mempermainkan perempuan. Di dunia ini hingga sekarang masih berlaku hukum sebab akibat, apa yang ditanam maka itu pula lah yang akan di tuai. Apakah dia tidak berpikir andai adik perempuannya dipermainkan seperti itu apa dia akan tinggal diam, bagaimana nanti jika anak perempuannya suatu saat nanti jika diperlakukan begitu...? Gak berpikirkah dia sejauh itu.

Aku menganggapnya teman dan tugas seorang teman adalah menegur dikala teman yang lain ada salah, meluruskan jika ada yang bengkok dan itu juga akan aku lakukan. Menyadarkannya bila dia masih bisa disadarkan namun kalau tidak ya silahkan saja nikmati permainan yang tak selamanya bisa berlangsung lama. Roda kehidupan terus berputar dan untuk itu janganlah sok-sok mengumbar iba kepada semua orang agar dikasihani karena tak semua perempuan bisa diperdaya dengan janji dan kata-kata manis.