Tidak semua orang memiliki kontrol emosi yang baik. Dan aku termasuk kedalam orang yang belum bisa mengongrol emosi dengan baik dan benar. Sering kali aku tersulut emosi dengan hal-hal sepele, sedangkan jika emosi sudah mulai merajai maka perlahan itu akan melukai diriku sendiri karena aku tipe orang yang tidak bisa melampiaskan kekesalanku secara langsung. Biasanya jika aku marah, aku akam diam. Diam bukan berarti untuk menenangkan hingga semuanya kembali seperti sedia kala, bukan... Aku diam sementara di dalam tubuhku ada perang batin antara logika dan hati. Antara yang tak mau ngalah dan si bijak.
"ya bagus donk setidaknya bisa lebih memahami dan bisa merasakam apa yang sedang terjadi di dalam diri sendiri" , Iya memang bagus, namun tanpa disadari emosi yang memuncak, perang batin yang ga kunjung usai itu akan memberikan dampak yang tidak baik di dalam tubuhku. Nafasku akan berjalam cepat dan sesekali tersengal seperti orang kena asma, badan panas dingin (meriang) padahal aku ga sakit dan kepala rasanya sakit, tergantung seberapa hebat emosi yang timbul, semakin besar emosi yang ada maka semakin sakit pula sakit kepala yang aku derita.
[19:51] A: Yo kmu crita to
[19:55] Y: Cerita opo to
[19:57] A: Crita apa aja yo. Udah lama ga dengerin kmu crita sambil senderan
[20:15] Y: Gk bisa cerita. Udah lama aku kosong
[20:15] A: Kmu harus bisa ngendaliin emosi yo
[20:16] Y: Iya yo
[20:17] A: Menurutku kmu ga bener" kosong yo, masih ada yg tinggal tp ga dominan
[20:18] Y: Hu um
Beberapa kl setiap aku emosi trus menahan marah seperti mau muntah.
[20:19] A: Jangan di tahan tp di redam. Jangan ampe di kendaliin ya yo, tp kmu yg harus bisa ngendaliin
Coba kmu lebih mengenal diri sendiri yo
[20:22] Y: Hu um. Iya yo
[20:23] A: Aku jg blm bisa bnr" ngendaliin emosi masih suka ngedumel. Kmu masih suka zikir yo
[20:27] Y: Belajar terus ya yo
[20:27] A: Iya
[20:27] Y: Skrng yg sering astaghfirullah ama surat alfateha. Sholawat seskali aja. Km masih kan yo
[20:28] A: Iya yo
Ampe skarang aja blm bisa menangkap dgn bener apa yg ketangkap soale. Iya gpp yo. Itu juga bagus
[20:29] Y: Sabar yo sedikit sedikit nanti jg bs
[20:29] A: Klo aku skarang seringnya sholawat nabi ama allohu akbar. Kadang juga zikir.
Bila aku saat emosi memilih untuk diam, berbeda cerita dengan Yongsa. Dimana pada saat emosi bagaimana pun ia meredam akan berdampak juga kepada orang-orang yang bisa menangkapnya. Namun begitu perkembangan yongsa begitu stabil, yang dulunya yongsa begitu tumpramental ga peduli siapa yang dihadapi namun sekarang yongsa lebih bisa menguasai emosinya. Lebih bisa meredam gejolak yang keluar dari dalam dirinya. Dan sanpai saat ini kita masih terus saja belajar untuk bisa menetralkan keadaan. Menggembalakan emosi yang datang sehingga tidak akan menyakiti diri sendiri juga orang lain. (06/08/16)
☆ el