8/07/2016

Kepercayaan dan Tanggung Jawab


Ini bukan tentang seberapa besar uang yang keluar namun lebih kepada bagaimana sebuah kepercayaan itu di jalankan.

Aku terakhir sepertinya sebelum puasa dan baru tanggal  12 juli sepulang kerja aku langsung ke klenteng sampoo kong, dari pintu masuk aku dihadang oleh beberapa orang pria yang menyuruhku untuk membayar parkir dahulu sebesar 5rb dan tidak di arahkan untuk parkir di sebelah mana malah aku di datangi salah satu dari mereka dan ditanya uang parkir. Gimana bisa aku sudah bayar masih ditanya, apa enggak liat tadi aku bayarnya. Saat pulang aku tak melihat orang yang jaga di parkiran, semuanya berkumpul di tempat penarikan uang.

Tanggal 13 juli aku kesana lagi, namun kali ini penjaga parkirnya pria dan wanita. Aku tau ini wanita sering ada di parkir liar setiap weekend. Kali ini ditarik biaya parkir 3rb dan orang yang menarik parkir juga sopan menurutku dibanding yang kemaren yang hanya teriak-teriak dan jalan kesana kemari ga ada tindakan. Aku parkir di tempat yang sama seperti kemaren, memilih parkir di bagian depan biar tidak di geser-geser sehingga bisa aku kunci stang. Pulangnya tetap sama tidak ada orang yang menolongku mengambilkan motor semuanya pada ngumpul dan berpesta karena disana aku melihat beberapa gelas juga botol entah apa yang mereka minum.

Tanggal 14 aku ga ke klenteng sampokong karena kepalaku pusing namun keesokan hatinya tanggal 15 juli sepulang kerja aku kesana lagi dan kali ini yang jaga orang-orang yang mengenakan kaos seragam biru, entah siapa mereka namun aku melihatnya serem. Aku sudah menyiapkan uang parkir 3 ribu, namun parkirnya 5rb lagi. Ini gimana beda hari beda harga, dan yang lebih menyakitkan ketika pulang motorku terjepit diantara motor yang lain dan aku harus geser-geser sendiri sedikit kesusahan juga sebenarnya samping kanan-kiri ada motor di belakang juga penuh sementara jarak motor yang di belakang lumayan dekat juga sampai aku geser pelan-pelan maju-mundur agar bisa keluar dan akhirnya bisa. Sebenarnya aku ingin meminta tolong tapi bagaimana caranya jika orang-orang itu berkumpul jauh disana dan serem juga kalau mau ganggu mereka yang lagi pesta.

Aku pernah protes dengan salah seorang satpam (sepertinya satpam baru) malah satpam itu mengatakan "ora duwe duit to..." mendengar itu rasanya keluar kedua tanduk di kepalaku. Bukan seberapa aku harus membayar melainkan perlakuannya dan pertanggung jawabannya. Menurut cerita memang pada saat menjelang lebaran ongkos parkir 5rb dan pengelolaannya melibatkan masyarakat sekitar klenteng, namun setelah lebaran ongkos parkir sudah normal 3 ribu. Penjelasan yang ga bermutu dan ga memuaskan. Setahuku ongkos parkir normalnya untuk motor seribu sedangkan mobol 2ribu tapi mengapa ini normal saja segitu.

Tanggal 18 juli aku ke klenteng dengan yongsa, yongsa sudah tau kesemrawutan parkir dan hari ini yongsa merasakan sendiri. Biaya yang ditarik 5rb tanpa ada karcis parkir yang diberikan, tidak diarahkan untuk tempat parkitnya dimana motor juga berantakan tengah-depan ada yang kosong namun tetap dubiarkan begitu saja. Yongsa mulai ngedumel karena tidak mendapat karcis namun aku katakan untuk mendiamkan saja tidak usah berurusan dengan mereka. Dan pada saat pulang motor tinggal beberapa saja dan seperti biasa tidak ada yang jaga pas aku katakan jika selalu begitu mereka berkumpul dan berpesta di pojok yongsa tidak membenarkan dan mereka bukan orang yang benar karena biaya parkir yang tidak mendapatkan karcis bisa saja masuk kantong sendiri dan digunakan untuk berpesta seperti yang kita lihat. Jangan berurusan dengan mereka, sekecil itupun karena mereka bisa nekat.

Tanggal 6 agustus aku kesana, ingin mencari ketenangan di klenteng namun dari pintu masuk sudah di hadang seorang pria bertato tanpa mengenakan baju sementara aku lihat di pintu masuk sudah dibangun palang pintu karcis masuk namun karena di hadang dan di arahkan ke samping makanya aku ikut saja pikirku biarlah tak mengapa disana juga banyak yang parkir. Uang parkir langsung di minta di depan sebesar 5rb, aku kasih dan masuk kedalam.

[18:47] A: Tadi pas mau pulang aku tanya ama skurity yg jaga di pintu. Nanya skarang boleh to parkir di dlm bilangnya iya memang sebelumnya semrawut tp skarang udah diatur. Lalu aku bilang kok tadi di belokan di cegat ga boleh masuk. Lalu skuritynya suruh bilang ama yg pengawas yg di depan
Klo aku bilang bisa di titeni ama yg jaga parkir liar lah. Trus aku pulang aja, liat pak haryono mau bilang tp kayanya masih sibuk. Aku langsung ambil motor aja dan tau ga yo motorku ga di jaga dan ga bisa lewat
Sampingku persis ada bpk" lg benerin besi" tenda jualan trus di belakang udah di gelar dagangan ampe bingung mau keluarnya gmn. Untung ada ibu" yg baik agak ngundurin dagangannya biar bisa lewat.
Di pintuk yg markirin tadi udah dongkrok disana

Melihat motorku dibiarin begitu saja diantara pedagang yang baru mau buka lapak tanpa ada yang jaga dan nyingkirin itu benar-benar membuat geram. Bukan mempersoalkan seberapa harga yang harus dibayar melainkan tanggung jawabnya dimana sampai motor ditinggal begitu saja. Tidak hanya aku, yang lain pun marah sampai-sampai aku mendengar dengan jelas umpatan dua orang perempuan yang kebetulan parkir disampingku dan saat itu juga mengambil motornya.

[18:52] A: Jengkel banget rasane liat mtrku ditinggal gtu aja padahal tadi minta bayaran 5rb yo
[18:57] Y: Susah sih ngadepin gerombolan seperti itu apalagi anak sekitar situ.
[18:57] A: Iya. Tadi mau belabas takut, lha yg cegat tatoan ga pake baju pula
[18:58] Y: Harus mengikut sertakan pihak dlm dan petugas paling enggak ya polisi buat ketertiban
Km gk knp knp kan yo. Gk diganggu kan
[18:59] A: Udah yo, kan klo tiap mlm minggu gini pak har ama tmn"nya dateng
Enggak di ganggu yo, cuma gondok aja yo bayar segitu mtrku di tinggal n hampir ga bisa lewat pula
[18:59] Y: Ya se enggak nya diberantas yo. Kl cm didatengin doang mah gk ngefek
[19:00] A: Terserah sana lah yo. Besok" klo masih di cegat ya aku terobos aja klo di paksa ya mending pulang. Enggak mau lg klo parkir di samping
[19:01] Y: Jadi gak nyaman yo. Takutnya nanti ada apa apa dibelakang. Akan jd masalah.
[19:02] A: Makanya itu lain kli klo di cegat n dipaksa mending pulang aja ga jadi ke sana
Tp tadi aku liat di pintu portal ada satpam yg jaga yo

Kenyamanan untuk sebuah tempat wisata itu diperlukan agar mereka yang datang betah dan memberikan kesan mendalam dari tempat yang di datanginya sehingga suatu saat tidak ada keraguan untuk datang berkunjung ke tempat tersebut. Waktu kesana aku melihat di dekat pelataran parkir sudah dibangun pos untuk tiket parkir otomatis seperti di mall. Semoga kedepannya pengelolaan Klenteng Sampoo kong bisa lebih baik dan lebih nyaman untuk para tamu-tamunya. (06/08/16)



☆ el