Setelah mengetahui bagaimana rupa (S) yang aku dapat dengan usahaku mencari tau "Ada Misteri Dibalik Penasaran" kini otakku mulai bermain dengan sosoknya. Memang tak seharusnya aku menilai seseorang karena aku juga tak lebih baik darinya namun melihat fotonya ada sedikit rasa takut entah apa yang membuatku takut, aku hanya ingin mencari tau apa gerangan yang membuatku takut melihat senyum dan sorot mata itu.
Lagi-lagi penasaran, aku gak bisa menilai (S) karena takut ga obyektif karena masih ada sangkut pautnya denganku dan untuk menghilangkan rasa penasaranku akhirnya aku meminta pertolongan teman-teman untuk memmbantu menganalisa. Teman yang ga kenal dengan (S) langsung aku sodori fotonya lalu minta untuk menganalisa ga aku beri penjelasan siapa dia dan apa alasannya ini agar penilaian mereka real dari diri mereka sendiri tek terkontaminasi ceritaku yang mungkin akan timpang lebih membelaku.
Orang 1 ; laki-laki
Orangnya baik, kelihatan dewasa, hanya itu yang terucap ya harap di maklum otaknya lagi berjejal persoalan, sebenarnya kan dia pengen nyender malah aku sodori hal aneh gini ya jelas saja ga nyambung.
Orang 2 ; perempuan
Orangnya ga bisa dipercaya, sekilas orangnya terlihat dewasa tapi aslinya enggak. Dan ketika dia bertanya perempuan dalam foto ini siapa lalu mendapat jawaban jika itu teman dia malah berpesan untuk hati-hati karena perempuan ini seperti pagar makan tanaman.
Orang 3 ; perempuan
Penilaian dari foto sepertinya kalem, dari bibirnya terlihat cerewet, kalau sifatnya dilihat dari matanya licik, ga nenangin... Tidak ada kedamaian, ga suka ngelihatnya ngebosenin.
Orang 4 ; laki-laki
Penganut emansipasi, bela sudah suka sama cowok berani ngejar
Dari penilaian mereka aku mulai paham tentang ketakutanku, memang di dalam foto itu (S) terlihat senyum, senyum yang di buat semanis-manisnya tapi dalam tatapan itu ada afgan disana (sadis) itulah yang membuatku ga nyaman. Ya benar aku melihatnya seperti ingin menerkam, begitu ganas, ambisius dan ga kenal ampun. Bagai harimau kelaparan yang sangat ga suka ketika aku lihati, aku takut.