6/17/2015

Perjalanan dan Sebuah Senyum


Hai adik cantik, aku perhatikan mengapa kau suka menunduk...??! Apakah ada barangmu yang hilang.... benarkah itu?! Jika benar mari kita cari bersama biar terasa lebih mudah.
"Ga ada yang hilang..."
Lalu mengapa kau murung, tak tahukah jika itu membuat mentari marah, rasakan sinarnya yang bagai menusuk kulit hingga membuat kulit bagai terpanggang.

Berikan senyummu sekali, iya cukup sekali saja dan taruh di sebuah bingkai agar suatu hari kita bisa sama-sama mengingat bahwa ada senyum termanis yang pernah kau buat, mungkin kau bisa mengulangnya lagi... lagi... dan lagi... sambil tersipu malu disaat mengingatnya

Hai adik cantik lihatlah ke depan, disana ada harapan, impian yang memanggil-manggilmu apakah kau tak ingat akan hal itu.... jangan kau abaikan, teruslah berjuang untuk meraihnya. Teruslah berjalan meskipun dengan telanjang kaki, walaupun perih tertancap kerikil tajam namun kegigihanmu akan menguatkan langkahmu.

Tak ada yang mudah, bukankah dari lahir kita sudah terbiasa berjuang, ingatkah ketika belajar berjalan ;dari merangkak, mencari penopang untuk berdiri, mencoba melangkah meski takut dan kadang terjatuh tapi tak pernah putus asa untuk mencoba. Dan ketika sudah bisa berjalan bukankah tak puas sampai disitu, semakin mempercepat langkah hingga bisa berlari dengan sangat cepatnya. Sekarang di dunia yang baru saja kau jamah apakah kau ingin langsung berlari....?! Semua ada prosesnya, lalui setiap tahapan.

Untuk bisa mencapai puncak ada banyak anak tangga, tikungan serta rintangan yang dihadapi apakah kau siap melihat isi dunia dari atas sana.... bila 'iya' teruslah ayunkan langkahmu, lalui setiap anak tangga dan berproseslah, sertakan senyummu agar perjalananmu lebih berwarna, menyenangkan dan terasa lebih mudah (ringan) dalam melangkah. Big hug (17/06)


untuk adiku yang cantik, jangan pernah menyerah dan tersenyumlah
genggam bintang didalam jemarimu


★Ell